KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM — Antusiasme warga terhadap Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Karanganyar mulai terlihat. Meski belum resmi diluncurkan di tahap pertama wilayah Soloraya, ratusan masyarakat sudah mendaftarkan diri menjadi anggota koperasi yang diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi desa tersebut.
Hingga Mei 2026, sebanyak 146 Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk di Karanganyar. Dari jumlah tersebut, 30 koperasi dinyatakan siap menjalankan operasional.
Informasi itu disampaikan Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Danang Prasetyo Kurniawan, usai mengikuti peluncuran nasional KDMP bersama Presiden Prabowo Subianto melalui Zoom Meeting di Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Karanganyar Rober Christanto, Wakil Bupati Adhe Eliana, serta Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti.
“Untuk wilayah Karanganyar saat ini sudah terbentuk 146 KDMP dan 30 di antaranya sudah siap operasional,” kata Danang.
Meski perkembangan pembentukan koperasi berjalan cepat, Karanganyar belum termasuk dalam launching tahap pertama KDMP di kawasan Soloraya. Tahap awal baru dilakukan di Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo.
Pemerintah daerah memperkirakan Karanganyar akan masuk tahap kedua peluncuran yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Danang menyebut proses pembentukan koperasi di tingkat desa berjalan lancar berkat dukungan pemerintah daerah dan koordinasi lintas sektor.
Selain kelembagaan, sejumlah sarana penunjang operasional juga mulai disalurkan. Sebanyak 19 unit truk operasional dan 30 mobil pikap telah diterima untuk mendukung distribusi dan aktivitas koperasi desa.
“Truk dan pikap sudah diserahkan. Tinggal kendaraan roda tiga yang masih dalam proses pengadaan,” ujarnya.
Kodim bersama pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi kepada pemerintah desa dan pengurus koperasi terkait pola operasional KDMP.
Program tersebut diharapkan mampu membantu petani lokal, memperkuat distribusi hasil pertanian, sekaligus meningkatkan perekonomian desa berbasis koperasi.
Sementara itu, Kepala Desa Pandeyan, Agung Wijayanto, mengatakan pembangunan fisik KDMP di desanya telah rampung 100 persen.
Bangunan koperasi berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai area gudang sampah desa.
“Bangunan sudah selesai. Tinggal melengkapi fasilitas pendukung,” ujar Agung.
Beberapa perlengkapan seperti rak penyimpanan, satu unit truk, dan satu unit mobil pikap sudah diterima desa. Namun kendaraan roda dua dan roda tiga masih menunggu pengadaan. DI
Agung menjelaskan, struktur pengurus koperasi telah terbentuk dengan tujuh anggota inti. Namun posisi manajer dan pegawai koperasi lainnya masih menunggu penunjukan dari Kementerian Koperasi.
Pemerintah desa saat ini lebih berperan dalam penyediaan lahan dan dukungan fasilitas awal, sedangkan pengelolaan operasional akan diatur lebih lanjut oleh pemerintah pusat.
Meski belum resmi beroperasi, minat masyarakat untuk bergabung cukup tinggi. Hingga pertengahan Mei 2026, sekitar 300 warga tercatat telah mendaftarkan diri sebagai anggota KDMP Desa Pandeyan


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.