Para jemaah ini khusyuk dan khidmat mengikuti sholat istisqa. Derai air mata jemaah tak terbendung saat ustadz Syihabbudin memanjatkan doa kepada Allah agar menurunkan hujan di wilayah Karanganyar dan sekitarnya.
Wabup Rober Christanto bahkan meneteskan air mata dan beberapa kali menyeka dengan tangannya.
“Yang berkuasa tetap Allah Sang Pencipta. Dan bagi kita umat muslim bentuk ikhtiar kota adalah berdoa mohom agar segera diturunkan hujan,” paparnya.
Ustadz Syihabbudin mengatakan salat istisqa dalam tuntunan agama Islam dilaksanakan manakala alam mulai menandakan tanda tidak wajar.
Ada dua penyelesaian bencana ini yang bisa dilakukan menurut ajaran agama Islam. Yakni melalui penyelesaian secara logis dan alami dengan mengevaluasi mengapa terjadi kemarau.
“Puncak dari semua ini tentu hanya Allah SWT yang bisa menyelesaikan. Kebakaran hutan Gunung Lawu sudah menggunakan helikopter sekaligus kalau Allah belum berkehendak padam, maka belum bisa padam. Karena itu sebagai umat Islam mari berdoa kepada Allah agar diturunkan hujan yang barokah dan bermanfaat bukan hujan bencana,” kata dia.
Sementara itu Wabup Rober Christanto sebut musim kemarau panjang tahun ini sangat terasa dampaknya. Masih ditambah dengan kebakaran hutan Lawu yang belum padam meski berbagai upaya pemadaman dilakukan.
Menurutnya upaya pemadaman sudah dibantu oleh BNPB melalui metode water bombing. Namun hasil belum maksimal, banyak titik api yang belum padam.
“Hal yang harus dilakukan adalah meminta pertolongan dan berdoa kepada Allah dengan salat Istisqa ini,”papar Rober.
Ketua DMI Karanganyar Kyai Abdul Mu’id mengatakan salat istisqa dilaksanakan umat muslim untuk memanjatkan doa agar wilayah Kabupaten Karanganyar segera diguyur hujan. Selama hampir enam bulan lamanya tidak turun hujan.
Bahkan mulai mengalami lahan-lahan pertanian kekeringan, beberapa wilayah kekurangan air bersih hingga kasus kebakaran lahan dan hutan meningkat.
Salah satunya kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Lawu yang hingga kini masih belum padam.
Berbagai upaya telah dilakukan baik melalui pemadaman konvensional sampai menggunakan metode water bombing, namun belum juga padam.
“Sebagai umat manusia upaya lain dilakukan dengan berdoa kepada Allah. Untuk umat muslim dengan sholat istisqa itu,” kata dia.
Kekeringan ini tidak hanya menimpa lahan pertanian saja, namun juga sudah merambah ke kebutuhan air rumah tangga.
Untuk itu digelarnya salat istisqa diharapkan segera turun hujan di wilayah Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya. Apalagi bencana kebakaran hutan dan lahan Gunung Lawu saat ini belum padam.
“Kita sudah upaya dengan pemadaman menggunakan metode water bombing. Tapi belum bisa juga padam. Satu-satunya jalan untuk memadamkan api tetap dengan berdoa kepada Allah,” terang dia.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.