KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Menghadapi keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Karanganyar memilih strategi tambal sulam sebagai langkah efisien dalam memperbaiki kondisi jalan yang rusak.
Salah satu proyek prioritas yang tengah berlangsung adalah penanganan ruas jalan Ngadiluwih–Matesih, yang telah lama dikeluhkan masyarakat karena kerusakannya yang cukup parah.
Jalur penghubung sepanjang hampir 6 kilometer ini menjadi sasaran perbaikan bertahap, dengan fokus utama pada pemeliharaan dan tambal sulam di sebagian besar titik.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar, sekitar 4,43 kilometer dari total panjang jalan akan diperbaiki dengan metode patching atau penambalan aspal untuk mempertahankan fungsi jalan tanpa harus membongkar seluruh permukaan.
“Dengan kondisi anggaran yang terbatas, kita utamakan metode tambal sulam agar jalan tetap bisa digunakan dengan aman oleh masyarakat. Ini solusi jangka pendek sambil kita rencanakan perbaikan menyeluruh ke depannya,” ujar Margono, Plh Kepala DPUPR Karanganyar, Kamis (22/5/2025).

Sementara itu, sepanjang 1,5 kilometer pada ruas yang mengalami kerusakan paling serius akan direhabilitasi secara menyeluruh.
Proyek ini dimulai secara resmi melalui seremoni ground breaking oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, pada Kamis (22/5/2025).
Ia menegaskan bahwa meskipun tantangan pembiayaan masih besar, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pelayanan infrastruktur dasar.
“Perbaikan jalan tidak pernah selesai dalam satu waktu. Tapi kami terus bergerak dan menyesuaikan dengan kapasitas anggaran agar semua wilayah tetap terlayani,” ungkap Bupati Rober.
Penanganan jalan Ngadiluwih–Matesih dikerjakan oleh CV. Putra Kalingga dengan nilai kontrak Rp 3,79 miliar dari pagu anggaran Rp 4,96 miliar.
Target penyelesaian proyek ini dijadwalkan selesai pada awal September 2025, dengan jangka waktu pelaksanaan 120 hari.
Ruas jalan ini memiliki nilai strategis karena menghubungkan pusat kota Karanganyar dengan Kecamatan Matesih.
Selain menjadi jalur utama masyarakat dalam beraktivitas harian, jalan ini juga menjadi jalur penting untuk distribusi logistik dan akses layanan publik.
Margono juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengawasi proses pelaksanaan di lapangan agar kualitas pekerjaan tambal sulam tetap sesuai standar teknis.
“Kami minta penyedia jasa agar tidak hanya cepat, tapi juga memperhatikan kualitas patching. Jalan ini milik masyarakat, dan tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” tegasnya.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.