Politikus Partai Golkar ini mengaku terjun ke politik sejak awal 90-an, dengan bergabung di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), organisasi sayap Golkar.
Dia kemudian menjadi anggota DPRD Karanganyar sejak 1997 hingga 2013, hingga kemudian menjadi Bupati Karanganyar dua periode.
Pengalaman panjang di dunia politik, membuat Juliyatmono matang. Satu pelajaran yang dia petik dari pengalamannya di dunia politik adalah berpolitik tidak boleh baper dan menyimpan dendam.
“Namanya di politik, kadang ada kesamaan pandangan, kadang berbeda pendapat. Nah, jika terjadi ketidaksamaan, ya tidak boleh disipaki dengan baper, tidak boleh jadi dendam,” tuturnya.
Pria yang akan dilantik sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober ini juga menegaskan, bahwa dirinya akan tetap istikomah bersama Partai Golkar.
“Sejak awal saya sudah pilih Golkar, ya sudah. Saya akan terus mengabdi lewat partai ini. Tidak ada pikiran sedikitpun untuk pindah partai. Kalau misal ada cita-cita yang tidak tercapai lewat partai ini, ya sudah. Saya akan berhenti, beristirahat dengan baik. Tidak kemudian pindah partai,” imbuhnya.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.