Jelang Iduladha, Warga Diimbau Lebih Teliti Memilih Hewan Kurban, Dinas Mulai Intensifkan Pengawasan

Menjelang Iduladha 2026, pengawasan hewan kurban di Karanganyar diperketat. PMK disebut terkendali, warga diminta teliti memilih ternak.

chat_bubble_outline 0

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Menjelang Hari Raya Iduladha, masyarakat yang akan membeli hewan kurban diminta lebih cermat dalam memilih ternak.

Selain memastikan hewan memenuhi syariat, aspek kesehatan dan asal hewan juga menjadi perhatian penting untuk mencegah risiko penyebaran penyakit.

Medik Veteriner Dispertan PP Karanganyar, Fathurrahman mengingatkan, hewan kurban yang dipilih sebaiknya memiliki kondisi fisik yang baik, aktif bergerak, lincah, serta responsif.

Untuk memudahkan masyarakat awam memastikan syarat usia hewan, salah satu indikator yang dapat dilihat adalah kondisi gigi.

“Yang paling mudah dilihat masyarakat itu dari giginya. Hewan yang sudah cukup umur biasanya ditandai dengan pergantian satu pasang gigi seri atau poel,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Selain itu, masyarakat juga disarankan memilih hewan jantan dan memperhatikan asal ternak sebelum membeli. Mengingat masih adanya potensi penyakit hewan, konsumen diminta menanyakan asal sapi, kambing, atau domba yang dijual.

Menurutnya, membeli hewan dari peternak lokal atau wilayah sekitar dinilai lebih aman karena proses pengawasan lebih mudah dilakukan.

Sementara itu, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) mulai melakukan pemantauan perdagangan hewan kurban. Pengawasan dilakukan melalui petugas di masing-masing kecamatan dengan fokus pada lokasi penjualan yang telah lama beroperasi dan memiliki stok hewan dalam jumlah besar.

“Tidak hanya itu, lapak penjualan hewan di pinggir jalan juga akan masuk dalam agenda pemeriksaan,” lankutnya.

Petugas juga mengimbau para pedagang untuk lebih waspada saat mendatangkan hewan dari luar daerah. Hewan yang masuk diharapkan dilengkapi surat keterangan kesehatan serta tersedia kandang atau area karantina apabila jumlah stok cukup banyak.

Dalam pemeriksaan, petugas tidak melakukan pengambilan sampel laboratorium secara langsung. Pemeriksaan lebih difokuskan pada kondisi fisik hewan.

“Yang dicek kondisi fisiknya, apakah hewan aktif atau terlihat lemas, ada gejala batuk, pilek, atau tanda-tanda tidak sehat lainnya. Kalau ditemukan indikasi kurang sehat, kami sarankan sementara tidak diperjualbelikan,” jelasnya.

Terkait kondisi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), petugas menyebut kasus masih ada namun jumlahnya sudah jauh menurun dibanding sebelumnya.

Untuk sentra penjualan hewan kurban di Karanganyar, kondisi saat ini disebut relatif aman dan mayoritas hewan yang diperdagangkan dalam keadaan sehat.

“Sejauh ini masih aman. Insyaallah kondisi hewan kurban di Karanganyar tetap terkendali menjelang Iduladha,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya