Kemudian, pemberdayaan masyarakat juga dilakukan dengan mencetak dive tour guide lokal lewat pelatihan bersertifikat SSI Open Water Diver untuk 16 putra-putri asal kampung Akudiomi, Yaur, dan Sima.
Selain itu juga terdapat pelatihan intensif mengenai tagging hiu paus kepada 5 pekerja Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC).
Berkat komitmen dan implementasi nyata tersebut, bertepatan Hari Konservasi Alam Nasional, Pertamina Foundation meraih tempat penghargaan dari ajang ESG Initiative Awards (EIA) dan Prominent Awards 2024.
Dalam ajang ESG Initiative Awards, Pertamina Foundation (PF) meraih tiga penghargaan, antara lain Best Biodiversity and Nature Conservation, Best CEO of ESG Initiatives and Commitment in Community Welfare Enhancement untuk Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari, dan Best Director for ESG Initiatives untuk Direktur Operasi Pertamina Foundation Yulius S. Bulo.

Sementara dalam ajang Prominent Awards MetroTV, Pertamina Foundation meraih predikat Excellent CSR Program in Blue Carbon Initiatives.
Bulo menyampaikan bahwa pendekatan Climate, Community, and Biodiversity (CCB) akan terus diimplementasikan agar dampak positif yang diberikan bisa menyeluruh.
Climate act merujuk pada upaya mengurangi emisi gas rumah kaca atau meningkatkan penyerapan karbon. Selanjutnya, community empowerment merupakan upaya memberikan manfaat ekonomi, sosial, atau budaya kepada masyarakat lokal.
Sementara biodiversity protection mengacu pada upaya melindungi atau meningkatkan keanekaragaman hayati ekosistem dan spesies.
“CCB menjadi pendekatan yang kami terapkan agar program kami memiliki dampak secara menyeluruh, baik terhadap kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati serta kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Selain CCB, selanjutnya kami akan menekankan aspek Research melalui simposium, jurnal, maupun konferensi agar prinsip mengenai ESG maupun SDGs bisa dipahami dan diimplementasikan secara turun temurun,” ujar Bulo, Jumat 9 Agustus 2024 kemarin
Agus mengucapkan terima kasih kepada perwira, stakeholders dan masyarakat atas kepercayaan yang diberikan.
“Program-program kami tidak akan terlaksana tanpa kontribusi aktif dari para perwira, stakeholders terkait dan masyarakat lokal. Sebab kami meyakini bahwa pelaksanaan SDGs harus mengedepankan prinsip “No One Left Behind” untuk menjamin bahwa dampak positif yang diberikan bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan umur bumi lebih panjang,” tutup Agus.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.