Dinas Pendidikan Karanganyar Tunda Pengadaan Chromebook, Bukan Imbas Penyidikan Kejaksaan

Dinas Pendidikan Karanganyar menunda pengadaan Chromebook. Penundaan disebabkan regulasi dan harga, bukan imbas penyidikan Kejaksaan, program pendidikan tetap berjalan

chat_bubble_outline 0
Dinas Pendidikan Karanganyar menunda pengadaan chromebook (Foto: ilustrasi)

KARANGANYAR, HARIANKOTA. COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar menunda rencana pengadaan perangkat Chromebook tahun ini.

Penundaan itu dipastikan tidak berkaitan dengan proses penyidikan yang sedang berjalan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, melainkan murni karena perubahan regulasi dan harga barang di pasaran.

Plt Kepala Disdikbud Karanganyar, Nugroho, mengatakan pihaknya memilih berhati-hati agar pengadaan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami menunggu kepastian regulasi dan harga, supaya proses bisa berjalan sesuai prosedur dan tidak terburu-buru,” jelas Nugroho, Jumat (22/8/2025).

Nugroho menegaskan, pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan saat ini menyangkut pengadaan Chromebook pada tahun anggaran 2020–2022. Ia menolak memberikan komentar lebih jauh karena hal itu terjadi sebelum dirinya menjabat.

“Itu kegiatan lama, bukan periode kami,” tegasnya.

Meski pengadaan perangkat ditunda, program lain di sektor pendidikan tetap berjalan. Bahkan, menurut Nugroho, serapan anggaran Disdikbud hingga pertengahan 2025 sudah menembus lebih dari 70 persen. Sejumlah kegiatan harus segera diselesaikan sebelum adanya perubahan anggaran.

Karanganyar sendiri memiliki hampir 6.000 tenaga pendidik, terdiri atas 5.161 aparatur sipil negara (ASN) dan 746 tenaga non-ASN. Kondisi itu membuat belanja pegawai, terutama gaji dan tunjangan, menjadi pos pengeluaran terbesar dalam anggaran pendidikan.

Badan Keuangan Daerah (BKD) Karanganyar mencatat, hingga 30 Juni 2025 realisasi belanja daerah mencapai Rp1,004 triliun dari total Rp2,36 triliun atau 44,51 persen. Dari jumlah tersebut, serapan di sektor pendidikan berada di angka 43,55 persen.

Disdikbud Karanganyar juga menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) dengan anggaran terbesar di tahun anggaran 2025. Total dana yang dikelola mencapai Rp811,8 miliar untuk 118 program dan kegiatan, sebagian besar dialokasikan untuk belanja pegawai.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya