BPIP Gandeng UNS Gelar Seminar Nasional Sejarah Pancasila

BPIP bersama UNS dan P3SI menggelar Seminar Nasional Sejarah Pancasila di Surakarta sekaligus membahas penyusunan buku ajar Pancasila terstandar.

chat_bubble_outline 0
BPIP bersama UNS dan P3SI menggelar Seminar Nasional Sejarah Pancasila

 

SOLO,HARIANKOTA.COM– Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menggelar Seminar Nasional Sejarah Pancasila di Gedung FKIP UNS, Surakarta, Kamis (5/2/2026). Forum akademik ini menjadi langkah strategis memperkuat pemahaman sejarah Pancasila di tengah derasnya tantangan global dan era digital.

Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga BPIP Prakoso, menegaskan pemilihan Kota Surakarta sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Solo dinilai memiliki rekam jejak historis yang kuat, mulai dari perkembangan pendidikan teologi timur pada awal abad ke-19 hingga peran aktif pemuda Jong Java dalam momentum Sumpah Pemuda.

Menurut Prakoso, sejarah Pancasila tidak boleh diposisikan semata sebagai narasi masa lalu, melainkan harus terus didialogkan dengan realitas kekinian dan tantangan masa depan, termasuk persoalan ideologi, ekonomi, serta pertahanan dan keamanan nasional di era globalisasi.

“Sejarah Pancasila harus dipahami secara utuh dan kritis. Jika tidak, nilai-nilai luhur bangsa berpotensi tereduksi bahkan terlupakan. Seminar ini menjadi ruang strategis untuk meneguhkan kembali jati diri bangsa di tengah kompleksitas zaman,” ujar Prakoso.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof Fitria Rahmawati, menyambut baik kolaborasi BPIP dengan perguruan tinggi. Ia mengungkapkan salah satu agenda penting yang dibahas dalam seminar adalah penyusunan buku ajar (textbook) Pancasila yang terstandar secara nasional untuk pendidikan tinggi.

Prof. Fitria menjelaskan, selama ini pembelajaran mata kuliah wajib Pancasila di perguruan tinggi masih mengacu pada kisi-kisi umum tanpa buku ajar baku. Kondisi tersebut berbeda dengan mata kuliah kewarganegaraan yang telah memiliki referensi nasional.

BPIP, lanjutnya, meminta UNS mengirimkan perwakilan dosen dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari Teknik, Kedokteran, hingga MIPA, agar buku ajar yang disusun relevan dan kontekstual lintas bidang keilmuan.

“Dengan adanya textbook Pancasila yang terstandar, pengajaran akan lebih terarah dan memiliki acuan yang sama dengan universitas lain di Indonesia,” jelas Prof. Fitria.

Dalam kesempatan yang sama, BPIP dan P3SI juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk penguatan kerja sama pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan sejarah di perguruan tinggi.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

13 jam yang lalu