SEMARANG, HARIANKOTA.COM – Ajang Anugerah Collaborative Award 2026 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi momentum refleksi satu tahun kepemimpinan Ahmad Luthfi bersama Taj Yasin Maimoen dalam mendorong pembangunan berbasis kolaborasi di Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor.
“Konsep collaborative government menjadi kunci untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah,” ucapnya.
Selama satu tahun terakhir, pemerintah provinsi mencatat telah menjalin kerja sama dengan 44 perguruan tinggi. Pada 2026, komitmen tersebut diperluas dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama 73 perguruan tinggi, serta rencana melibatkan sekitar 123 kampus lainnya dalam jejaring kolaborasi pembangunan.
“Dimana sejumlah perguruan tinggi yang dinilai aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah juga menerima penghargaan,” ungkap Gubernur.
Perguruan Tinggi yang mendapat penghargaan diantaranya Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Muria Kudus, Universitas Islam Negeri Walisongo, Universitas Wahid Hasyim, serta Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Selain pemberian penghargaan, Pemprov Jawa Tengah juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan sepanjang 2025. Di sektor pangan, produksi padi Jawa Tengah mencapai sekitar 9,5 juta ton yang menegaskan peran provinsi ini sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada 2025 tercatat sebesar 5,37 persen atau berada di atas rata-rata nasional.
“Angka kemiskinan pada September 2025 berada di level 9,39 persen dengan jumlah penduduk miskin sekitar 3,34 juta orang, sedangkan tingkat pengangguran terbuka tercatat sekitar 4,66 persen,” bebernya.
Sementara itu, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp88,50 triliun yang terdiri dari Penanaman Modal Asing sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri Rp37,64 triliun.
Capaian ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam satu dekade terakhir dengan total 105.078 proyek serta penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong pemerintah daerah memberikan berbagai insentif kepada investor.
“Termasuk relaksasi pajak bagi investasi yang mendukung ekonomi hijau dan padat karya guna menekan angka pengangguran,” pungkasnya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.