858 Warga Antre Tukar Minyakita di Karanganyar, Lurah: Kami Terpaksa Bekerja Dua Kali

Sebanyak 858 paket Minyakita bantuan pangan di Kelurahan Tegalgede, Karanganyar, ditukar setelah dikeluhkan berbau menyerupai solar. Lurah mendesak produsen memperketat pengawasan mutu agar kejadian serupa tidak terulang

chat_bubble_outline 0
Warga Tegalgede Mengantri Penukaran Minyak Goreng yang sempat mereka kembalikan karena berbau Solar (Foto: HARIANKOTA)

KARANGANYAR, HARIANKOTA. COM – Ratusan warga memadati Kantor Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, Jumat (26/6/2026), untuk menukarkan minyak goreng bantuan pangan merek Minyakita yang sebelumnya dikeluhkan mengeluarkan aroma menyerupai solar dan minyak tanah.

Warga datang bergantian sambil membawa minyak goreng yang diterima pada penyaluran bantuan pangan pekan lalu.

Petugas kelurahan tampak memverifikasi data penerima sebelum menyerahkan minyak goreng pengganti. Antrean warga berlangsung tertib hingga proses penukaran ditargetkan rampung seluruhnya.

Lurah Tegalgede, Bowo Budi Setyo, mengatakan penukaran dilakukan setelah pemerintah kelurahan menerima gelombang pengaduan dari warga.

Awalnya hanya satu hingga dua keluarga penerima manfaat (KPM) yang melapor karena mencium aroma tidak sedap saat minyak digunakan untuk memasak.

Namun, dalam beberapa hari berikutnya, jumlah laporan terus bertambah hingga pemerintah kelurahan memutuskan menarik seluruh minyak goreng yang telah dibagikan.

“Awalnya hanya satu dua warga yang mengadu. Mereka mengatakan minyak goreng saat dipakai berbau minyak tanah dan solar. Setelah itu semakin banyak yang mengeluhkan hal serupa, sehingga seluruh minyak kami tarik ke kantor kelurahan untuk dikoordinasikan penukarannya,” ujar Bowo, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, pemerintah kelurahan segera berkoordinasi dengan dinas terkait dan pihak penyalur agar minyak goreng yang dipermasalahkan dapat diganti. Hasil koordinasi tersebut akhirnya membuahkan penukaran seluruh paket yang dikeluhkan warga.

“Semuanya kami tarik ke kantor kelurahan, kemudian kami koordinasikan dengan dinas terkait untuk dikembalikan dan ditukar. Alhamdulillah hari ini minyak pengganti sudah diterima dan mulai dibagikan kepada warga,” katanya.

Bowo memastikan jumlah minyak goreng yang diganti sama dengan jumlah bantuan yang sebelumnya disalurkan, yakni 858 paket untuk 858 keluarga penerima manfaat.

“Jumlahnya tetap sama, 858 penerima manfaat. Tidak ada pengurangan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, bantuan pangan tersebut sebelumnya dibagikan kepada warga pada Rabu, 17 Juni 2026. Beberapa hari setelah diterima, sejumlah warga mulai mengeluhkan aroma menyengat ketika minyak dipakai memasak. Keluhan itu kemudian menyebar hingga hampir seluruh penerima memilih mengembalikan minyak goreng tersebut.

Selama proses penukaran berlangsung, warga hanya diminta membawa fotokopi KTP sebagai syarat administrasi. Pemerintah kelurahan menargetkan seluruh proses penggantian dapat diselesaikan secepatnya agar seluruh penerima bantuan kembali memperoleh minyak goreng yang layak digunakan.

Bowo berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dalam penyaluran bantuan pangan berikutnya. Menurutnya, kualitas produk harus dipastikan sejak awal agar masyarakat tidak menerima barang yang bermasalah.

“Saya mengimbau kepada perusahaan atau produsen Minyakita agar memperbaiki sistem pengawasan dan pengendalian mutunya. Jangan sampai masyarakat menerima produk yang menimbulkan keluhan seperti ini,” ujarnya.

Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya merugikan masyarakat sebagai penerima bantuan, tetapi juga menambah beban kerja pemerintah di tingkat kelurahan.

“Seharusnya kalau tidak ada masalah, pekerjaan selesai satu kali. Tetapi karena kejadian ini, kami harus bekerja dua kali, mulai menerima pengaduan, menarik kembali minyak goreng, hingga menyalurkan penggantinya kepada warga,” tandasnya.

Kasus ini menjadi evaluasi penting dalam penyaluran bantuan pangan. Selain memastikan bantuan tepat sasaran, kualitas produk yang diterima masyarakat juga harus menjadi perhatian agar program bantuan pemerintah benar-benar memberi manfaat dan tidak memicu keresahan di tengah warga.

Hingga proses penukaran berlangsung, Pemerintah Kelurahan Tegalgede memastikan seluruh minyak goreng yang dikembalikan warga telah didata dan dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk diganti sesuai jumlah penerima manfaat, yakni 858 paket.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya