Polda Jateng Turun Tangan Ungkap Misteri Kematian Siswi SD 11 Tahun di Sragen

Polda Jateng turun tangan mengungkap misteri kematian siswi SD 11 tahun di Sragen. Polisi mendalami dugaan kekerasan, keterangan ibu korban, serta hilangnya sepeda motor yang diduga terkait dengan kasus tersebut.

chat_bubble_outline 0
Polda Jateng turun tangan bantu ungkap. Misteri Kematian Siswi di Sragen (Foto: HARIANKOTA)

SRAGEN, HARIANKOTA.COM – Misteri kematian tragis seorang siswi sekolah dasar (SD) berusia 11 tahun di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, terus menjadi perhatian publik.

Penyidikan kasus ini kini mendapat dukungan langsung dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah yang turun tangan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan bersama Satreskrim Polres Sragen.

Perkembangan terbaru mengungkap adanya sejumlah kejanggalan yang ditemukan ibu korban sesaat sebelum putrinya ditemukan meninggal dunia di dalam rumah. Keterangan tersebut kini menjadi salah satu fokus utama penyidik dalam mengurai rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian korban.

Dalam olah TKP kedua yang digelar Sabtu (6/6/2026), tim gabungan menghadirkan ibu korban untuk mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi di lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan guna memperjelas kronologi serta mengungkap fakta-fakta yang masih menjadi tanda tanya dalam kasus yang menggemparkan warga Sragen tersebut.

Penyidik menelusuri kembali sejumlah titik penting di rumah korban dan sekitarnya. Setiap informasi yang disampaikan saksi diperiksa secara detail untuk memastikan kesesuaian antara keterangan dengan temuan di lapangan.

Selain mendalami keterangan keluarga korban, polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi lain serta mengumpulkan barang bukti yang dianggap berkaitan dengan kasus tersebut. Salah satu hal yang turut menjadi perhatian penyidik adalah hilangnya sepeda motor milik keluarga korban yang diketahui tidak berada di lokasi saat peristiwa terungkap.

Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno sebelumnya mengungkapkan bahwa penyidik menemukan indikasi adanya tindak kekerasan yang diduga berkaitan dengan kematian korban.

“Yang jelas, kami menemukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Namun untuk motif dan detail kejadian masih dalam proses pendalaman,” kata Catur.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan motif maupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab. Seluruh temuan yang diperoleh masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut.

Korban diketahui merupakan siswi kelas 5 SD yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Dukuh Bromo Asri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, pada Jumat (5/6/2026) sore. Saat kejadian, korban diduga berada seorang diri di rumah karena kedua orang tuanya sedang bekerja.

Masuknya tim Ditreskrimum Polda Jawa Tengah dalam penanganan perkara ini menunjukkan keseriusan aparat untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Dukungan dari tingkat provinsi diharapkan dapat mempercepat proses pengumpulan alat bukti dan pengungkapan fakta-fakta yang masih belum terjawab.

Hingga kini, penyidik masih terus bekerja mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, serta menelusuri berbagai petunjuk yang berpotensi mengarah pada pengungkapan kasus tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

Ia juga mengimbau warga agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi menghormati keluarga korban sekaligus menjaga kelancaran proses penyidikan yang masih berlangsung.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya