PACITAN, HARIANKOTA.COM – Warga di sejumlah wilayah Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Bali terbangun akibat gempa bumi kuat yang terjadi sekira pukul 01.09, Jumat (6/2/2026) dini hari.
Guncangan dirasakan luas dan sempat menimbulkan kepanikan sesaat, terutama di kawasan pesisir selatan Pulau Jawa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,5. Pusat gempa berada di laut, sekitar 89–90 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal membuat getaran gempa terasa cukup kuat di berbagai wilayah.
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Guncangan paling kuat dirasakan di Pacitan serta wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Bantul dan Sleman, dengan intensitas mencapai IV MMI.
Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, bahkan sebagian warga di luar bangunan turut merasakannya.
Sementara itu, wilayah Yogyakarta, Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Magelang, hingga Tulungagung merasakan gempa dengan intensitas III MMI.
Getaran digambarkan seperti ada kendaraan besar melintas. Laporan guncangan juga datang dari Solo, Semarang, Surabaya, Cilacap, Kudus, hingga sebagian wilayah Bali, termasuk Denpasar.
Di Pacitan, sejumlah warga dilaporkan keluar rumah dan berkumpul di area terbuka untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. Di beberapa desa, kentongan sempat dibunyikan sebagai tanda kewaspadaan. Situasi serupa terjadi di Yogyakarta, meski kondisi berangsur kondusif setelah beberapa saat.
BMKG mencatat adanya aktivitas gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil. Hingga sekitar pukul 02.00 WIB, terdeteksi beberapa kali gempa susulan dengan magnitudo sekitar 3,7 dan 2,8.
Hingga laporan awal diterima pagi ini, belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan.
Dari sektor transportasi, perjalanan kereta api di jalur selatan dilaporkan sempat dihentikan sementara. Kereta Api Lodaya dihentikan sesaat untuk pemeriksaan jalur rel pascagempa guna memastikan keamanan perjalanan sebelum kembali beroperasi.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, namun tetap beraktivitas secara tenang dan mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.