BPOM–UNS Jalin Kolaborasi Perkuat Pengembangan Obat Herbal Indonesia

Perkembangan herbal medicine di Indonesia

chat_bubble_outline 0

 

SOLO, HARIANKOTA.COM – Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kuliah umum bertajuk “Perkembangan Herbal Medicine di Indonesia, Peluang dan Tantangan” dengan menghadirkan Kepala BPOM, Prof. Taruna Ikrar, Jumat (6/12/2025).

Dalam paparannya, Prof. Taruna menekankan besarnya potensi biodiversitas Indonesia sebagai sumber tanaman obat, namun pemanfaatannya masih belum optimal.

Standardisasi bahan baku, minimnya riset berkelanjutan, kendala industrialisasi, serta akses pasar yang terbatas disebut menjadi tantangan utama pengembangan obat herbal.

“Kami siap bersinergi dengan UNS untuk memperkuat riset dan mendorong produk herbal masuk industri kesehatan,” ujarnya.

BPOM berkomitmen memperkuat sinergi dengan UNS untuk mempercepat hilirisasi riset dan mendorong hadirnya lebih banyak Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka di layanan kesehatan.

Rektor UNS, Prof.menjelaskan bahwa UNS telah menyiapkan pusat riset terpadu seperti Pusat Tropical Herb Medicine, Biomedical Engineering, KHDTK Alas Bromo, serta berbagai fasilitas laboratorium dan kemitraan industri untuk mendukung pengembangan herbal hingga uji klinis.

“Berbagai fakultas, laboratorium, KHDTK Alas Bromo, hingga kemitraan dengan industri herbal sudah disiapkan untuk memperkuat riset dan uji klinis,” imbuhnya.

UNS juga menargetkan pendirian Poliklinik Herbal di RS UNS sebagai upaya memperluas layanan kesehatan berbasis riset herbal.

Dekan FK UNS, Prof. Reviono, juga menegaskan perlunya pendampingan BPOM agar riset herbal UNS berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya