Wabup Karanganyar Ajak Anak Muda Jadi Pelaku Pertanian Modern dan UMKM di Job Fair 2025

Wabup Karanganyar ajak generasi muda jadi pelaku pertanian modern dan UMKM lewat Job Fair 2025, dorong ekonomi lokal tumbuh inklusif dan berbasis potensi daerah

chat_bubble_outline 0
Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana (Foto: HARIANKOTA/Bramantyo)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Ribuan pencari kerja memadati Palur Plaza, Jaten, Karanganyar, Selasa (29/7/2025), dalam gelaran Job Fair Karanganyar 2025.

Namun bukan hanya soal lowongan kerja, ajang ini justru menjadi panggung penting untuk menggugah semangat generasi muda agar berani mengambil jalur berbeda: menjadi petani modern.

Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, yang membuka langsung acara tersebut, menyampaikan pesan kuat agar pemuda tak hanya terpaku pada pekerjaan kantoran. Menurutnya, dunia pertanian kini menyimpan potensi ekonomi besar—asal dikelola dengan pendekatan yang tepat.

“Bertani sekarang sudah masuk era digital. Anak muda bisa sukses di pertanian, bukan cuma bertahan hidup,” ungkap Adhe.

Adhe menekankan, bertani tak lagi identik dengan kerja kasar di sawah. Dengan bantuan teknologi, keterampilan manajemen, serta akses ke pasar daring, pertanian bisa menjadi sektor yang menghasilkan pendapatan tinggi dan berkelanjutan.

Ia mencontohkan negara-negara maju seperti Jerman dan Tiongkok, di mana banyak pemuda sukses menekuni pertanian sebagai profesi utama.

“Di luar negeri, petani muda bisa hidup nyaman tanpa harus terikat waktu kantor. Indonesia juga bisa seperti itu jika kita serius membenahi ekosistemnya,” lanjutnya.

Job Fair 2025 ini menghadirkan lebih dari 30 perusahaan dengan lebih dari 5.000 lowongan. Namun Pemkab Karanganyar tak sekadar mengejar angka penempatan kerja. Fokusnya lebih luas: mendorong kemandirian ekonomi, terutama lewat sektor pertanian dan UMKM inovatif.

Adhe menilai, peluang lapangan kerja sebenarnya bisa diciptakan dari desa dan sektor informal, asalkan anak muda dibekali dengan ilmu dan akses.

“Bayangkan jika anak muda bisa hasilkan puluhan juta dari satu siklus tanam, siapa yang masih mau nganggur?” ujarnya optimis.

Job Fair ini merupakan bagian dari Soloraya Great Sale, program kolaboratif antar daerah di Solo Raya yang bertujuan mempercepat perputaran ekonomi lintas sektor.

Tak hanya festival diskon, agenda ini juga membuka peluang besar bagi pelaku UMKM lokal dan petani untuk memperluas jangkauan pasarnya.

“Kami ingin Soloraya Great Sale menjadi jembatan ke pasar regional dan nasional. Inilah waktunya ekonomi lokal naik kelas,” tambah Adhe.

Meski tingkat pengangguran di Karanganyar terbilang rendah, Adhe mengingatkan perlunya inovasi dalam menciptakan lapangan kerja baru. Terutama dengan bertambahnya lulusan setiap tahun.

Pemkab pun berkomitmen memperkuat kerja sama dengan perusahaan, pelatihan kerja, dan komunitas petani muda untuk memperluas akses pelatihan, pendanaan, hingga pemasaran produk berbasis digital.

Dengan menyinergikan kegiatan seperti Job Fair, pemberdayaan UMKM, dan kampanye pertanian modern, Pemkab Karanganyar ingin menciptakan ekonomi inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

“Kami ingin ubah cara pandang anak muda. Bertani itu bukan masa lalu. Justru, inilah masa depan,” tutup Adhe.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya