Safari Dharma Raya, Kisah Bus Legendaris dari Temanggung yang Mengantar Mimpi ke Seluruh Nusantara

Safari Dharma Raya, PO bus legendaris asal Temanggung, telah melayani penumpang sejak 1960-an. Berawal dari dua mobil rakitan, perusahaan ini berkembang menjadi layanan transportasi dan logistik profesional yang menjangkau seluruh Nusantara

chat_bubble_outline 0
Si Gajah dari Temanggung: Fakta Menarik PO Safari Dharma Raya yang Jarang Diketahui (Foto: Tangkapan Layar Facebook OBL manis)

TEMANGGUNG, HARIANKOTA. COM – Di balik deru mesin bus yang melintasi kota-kota besar di Indonesia, ada kisah perjuangan dari sebuah kota kecil di lereng gunung.

PO Safari Dharma Raya, yang kini dikenal luas sebagai salah satu pemain utama transportasi darat antarkota, memulai segalanya bukan dari terminal mewah atau modal besar—tapi dari garasi sederhana dan mimpi besar seorang warga Temanggung.

Awal Mula dari Dua Mobil Rakitan

Pendiri perusahaan ini, Oei Bie Lay atau yang dikenal juga sebagai Darmoyuwono, memulai usahanya pada tahun 1951. Saat itu, transportasi di daerah pegunungan seperti Temanggung masih terbatas. Melihat kesulitan masyarakat desa mengangkut hasil panen, ia merakit dua mobil bekas Ford untuk dijadikan kendaraan angkut barang.

Usaha ini dinamai Perusahaan Truk Hien, fokusnya masih sebatas distribusi hasil bumi. Namun, lambat laun, permintaan penumpang meningkat dan rute-rute penumpang pun mulai dibuka.

Ekspansi Rute dan Pergeseran Identitas

Tahun 1970-an menjadi titik balik. Darmoyuwono mulai membuka layanan bus malam jarak jauh—sebuah gebrakan di zamannya. Rute seperti Yogyakarta–Jakarta dan Temanggung–Denpasar mulai dilayani. Armada diperkuat dengan bus bermesin Dodge, Fargo, hingga Mercedes-Benz.

Nama perusahaan pun berubah menjadi Safari Dharma Raya, sebuah nama yang menggambarkan filosofi layanan: “Safari” berarti perjalanan, dan “Dharma Raya” berarti pengabdian besar. Perubahan ini menandai lahirnya identitas baru, dari sekadar angkutan lokal menjadi perusahaan otobus profesional.

Resmi Menjadi PT dan Masuki Era Modern

Pada 1981, perusahaan ini sah menjadi badan hukum dengan nama PT Safari Dharma Raya. Tak hanya melayani penumpang, mereka mulai memperluas lini bisnis ke layanan logistik, pengiriman paket, dan layanan bandara di Surabaya (1999) serta Denpasar (2002).

Armada terus diperbarui, bekerja sama dengan berbagai karoseri ternama seperti Adiputro dan Restu Ibu Pusaka, serta menggunakan sasis dari Mercedes-Benz dan Isuzu demi memastikan kenyamanan dan keamanan.

Tongkat Estafet dan Regenerasi

Tahun 1989, setelah puluhan tahun memimpin langsung perusahaan, Darmoyuwono menyerahkan kepemimpinan kepada dua putranya: Hendro Darmojuwono dan Santoso Darmojuwono. Hendro kini mengoordinasikan jalannya perusahaan, sementara Santoso menjabat sebagai direktur utama sekaligus komisaris.

Meski berganti generasi, nilai-nilai pelayanan, ketekunan, dan komitmen terhadap penumpang tetap dijaga.

Tetap Setia pada Akar, Meski Sudah Mendunia

Saat ini, Safari Dharma Raya memiliki kantor operasional di Jakarta Selatan dan Temanggung. Namun semangat awal perusahaan—menghubungkan orang-orang dari daerah terpencil ke pusat aktivitas—tetap hidup.

Bagi banyak orang, Safari Dharma Raya bukan hanya sekadar bus malam. Ia adalah bagian dari rutinitas, mudik tahunan, atau perjalanan penuh kenangan. Dari Temanggung, perusahaan ini kini menjelajah seluruh Jawa, Bali, hingga Lombok.

Lebih dari Sekadar Transportasi

Dalam era digital dan persaingan ketat, keberhasilan PO Safari Dharma Raya bertahan lebih dari enam dekade bukanlah kebetulan. Ini adalah hasil konsistensi, adaptasi, dan pelayanan yang tulus.

Dan mungkin, di balik setiap kursi penumpang yang kosong atau penuh, selalu ada satu hal yang terus dibawa oleh bus-bus itu: cerita perjalanan manusia yang ingin tiba, pulang, dan kembali lagi.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya