Tak hanya menjulang tinggi, dua buah pohon ini menyerupai sebuah gerbang. Dan dua pohon yang menyerupai gerbang ini diyakini sebagai gerbang gaib.
Bagi pendaki yang kurang beruntung, ia akan disasarkan ke dalam dimensi lain dan tidak pernah bisa kembali.
Berbda dengan gunung lainnya, di gunung Slamet diyakini dihuni oleh manusia kerdil. Manusia kerdil sendiri merupakan salah satu pendaki gunung slamet yang tidak bisa kemabli hingga akhirnya menajdi penunggu Gunung Slamet.
Gunung Slamet juga memiliki kawasan jual beli bagi para makhluk halus. Diketahui, letak pasar tersebut berada di pungggung Gunung Slamet.
Adapun peristiwa mistis tersebut ditandai dengan suara angin kencang yang terdengar jelas di telinga para pendaki.
Menurut kepercayaan warga sekitar, suara tersebut merupakan suara dari kalangan jin yang sedang melakukan transaksi di pasar gaib atau pasar setan.
- Gunung Lawu

Posisi kedua dari enam gunung terangker di Jawa Tengah yakni Gunung Lawu. Semua pasti sudah mengetahui bila gunung yang semula bernama Wukir Mahendra ini sudah sangat terkenal keangkerannya.
Satu-satunya gunung di Jawa Tengah yang memiliki tiga puncak yakni Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan puncak tertinggi bernama Hargo Dumilah.
Selain diyakini sebagai pakunya pulau jawa, Gunung Lawu yang dianggap sebagai tempat muksanya Raja Majapahit terakhir Prabu Brawijaya V. Di Gunung Lawu banyak petilasan yang dianggap sakral dan bisa mendatangkan berkah.
Dari sebagai sumber budaya Jawa maka setiap bulan Suro, gunung Lawu di serbu ribuan pendaki dari berbagai daerah.
Banyak beredar cerita mistis seputar gunung Lawu yang memiliki ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut. Kerap terdengar suara aneh di seputar gunung Lawu.
Di Gunung Lawu terdapat dua jalur favorit para pendaki. Kedua jalur Favorit itu yaitu Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu. Namun, kedua jalur itu bukan jalur utama dari Gunung Lawu. Jalur pendakian utama yang diibaratkan pintu masuk sebuah rumah yaitu jalur pendakian melalui Candi Cetho.
Namun sudah jadi rahasia umum karena sudah banyak para pendaki yang merasakan atau menemukan hal gaib, jalur pendakian melalui Candi Cetho banyak misteri gaib di sepanjang jalur tersebut.
Jalur pendakian dimulai dari candi Cetho, Mbah Branti (pos 1), Brakseng (pos 2), Cemoro Dow (pos 3), Penggik (ondorante) pos 4, Bulak Peperangan (pos 5), dan puncak Hargo dalem.
Saat melalui jalur pendakian melalui jalur Candi Cetho, para pendaki akan melalui sebuah hamparan lahan yang bernama Bulak peperangan.
Dibulak peperangan ini sering terdengar suara aneh yang tak berwujud. Menurut cerita yang berkembang, dilokasi inilah terjadinya peperangan antara kerajaan Majapahit dengan kerajaan Demak yang dipimpin Raden Patah.
Di atas lokasi Bulak Peperangan terdapat sebuah lokasi yang disebut para pendaki sebagai Pasar Dieng atau pasar setan. Dan lokasi pasar Dieng yang hanya di tandai dengan tumpukan batu yang berjajar seperti meja ini kerap terdengar suara riuh seperti sebuah pasar.
Dan bagi siapa saja yang mendengar suara tak berwujud yang menawarkan barang pada siapa saja yang melintas, wajib untuk membuang koin kearah suara yang menawarkan sambil menyebut barang yang dibutuhkan.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.