BREBES, HARIANKOTA.COM – Pemerintah pusat meningkatkan alokasi program bedah rumah di Jawa Tengah pada tahun 2026 sebanyak 30 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Rumah tersebut akan diperbaiki melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai bagian dari percepatan program nasional tiga juta rumah.
Isi Berita
Program BSPS 2026 resmi diluncurkan di Kabupaten Brebes, Sabtu (9/5/2026), dengan target penerima bantuan yang meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait mengatakan, pada 2025 Jawa Tengah hanya memperoleh sekitar 7.532 unit bantuan. Namun pada 2026 jumlahnya melonjak menjadi minimal 30 ribu unit.
“Tahun lalu di Jawa Tengah ada 7.532 unit, tahun ini minimal 30.000 unit,” ujar Maruarar saat peluncuran program.
Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan bagian dari percepatan program tiga juta rumah yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah juga memperluas cakupan BSPS ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Selain fokus pada renovasi rumah warga, pemerintah mendorong agar program ini ikut menggerakkan ekonomi daerah. Material bangunan seperti bata dan genteng diminta dibeli dari pelaku usaha lokal agar manfaat ekonomi dirasakan masyarakat sekitar.
“Usahakan material dibeli dari daerah sendiri supaya ekonomi rakyat bergerak,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam percepatan penanganan RTLH di wilayahnya.
Ia menilai program tersebut sangat membantu upaya pengentasan kemiskinan, terutama bagi masyarakat desil 1 hingga desil 4 yang masih membutuhkan hunian layak.
“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat. Ini sangat membantu penanganan kemiskinan di Jawa Tengah,” ujar Luthfi.
Tak hanya dari APBN melalui BSPS, penanganan RTLH di Jawa Tengah juga mendapat dukungan dari APBD Provinsi, CSR perusahaan, hingga Baznas.
Pada 2026, total target penanganan RTLH di Jawa Tengah mencapai 36.550 unit. Rinciannya meliputi:
30.000 unit dari APBN melalui BSPS
5.000 unit dari APBD Provinsi
1.550 unit dari CSR dan Baznas
Khusus di Kabupaten Brebes, total target perbaikan RTLH mencapai 514 unit.
Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana menilai program bedah rumah perlu terus diperluas karena kebutuhan masyarakat masih cukup besar.
Ia berharap program BSPS ke depan juga mampu memperkuat pemberdayaan UMKM, terutama toko bangunan dan pelaku usaha lokal di sekitar penerima manfaat.
Salah satu penerima bantuan BSPS, Nunung, mengaku bersyukur rumahnya yang mengalami kebocoran akhirnya dapat diperbaiki melalui program tersebut.
“Alhamdulillah senang, rumah saya sudah bocor dan belum bisa direnovasi karena biaya terbatas,” ungkapnya.
Penerima bantuan BSPS sendiri diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki rumah tidak layak huni, belum pernah menerima bantuan serupa, serta memiliki legalitas tanah atau rumah yang jelas.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.