KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Perkembangan zaman yang kian cepat menuntut para dai untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri. Hal tersebut ditekankan Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, saat membuka Workshop Upgrade Kompetensi Dai yang digelar Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kabupaten Karanganyar, Minggu (18/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah IKADI Karanganyar, kawasan Papahan, Kecamatan Tasikmadu, itu diikuti puluhan dai dan aktivis dakwah dari berbagai wilayah.
Workshop ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran dai dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, dan teknologi.
Dalam paparannya, Adhe Eliana menyampaikan bahwa dai memiliki posisi penting bukan hanya sebagai penyampai ajaran agama, tetapi juga sebagai penjaga harmoni sosial dan pembentuk karakter masyarakat.
“Perubahan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut dai untuk lebih adaptif. Dakwah harus disampaikan dengan pendekatan yang relevan, komunikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ujarnya.
Ia menilai penguasaan literasi digital, kemampuan komunikasi publik, serta pemahaman konteks sosial menjadi bekal penting bagi dai agar pesan dakwah dapat diterima secara luas dan menyejukkan.
Wakil Bupati juga mengapresiasi IKADI Karanganyar yang secara berkelanjutan melakukan pembinaan dan peningkatan kualitas dai.
Menurutnya, dai yang memiliki kompetensi mumpuni akan mampu menjadi perekat umat sekaligus penangkal berbagai paham yang berpotensi memecah persatuan.
Workshop ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan dai dalam menghadapi tantangan dakwah modern, termasuk di ruang digital, serta menanamkan nilai kebangsaan dan moderasi beragama.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar, lanjut Adhe Eliana, berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia, termasuk para dai, demi terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.