KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadhan dan jelang Lebaran nanti pemerintah kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar akan menggelar pasar murah di empat lokasi berbeda.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispertan Karanganyar, Budi Sutrisno sampaikan kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung secara bertahap.
Pasar murah pertama akan digelar pada 20 Februari di Kantor Kecamatan Gondangrejo. Selanjutnya pada 27 Februari di Kantor Kecamatan Mojogedang, 6 Maret di Kantor Kecamatan Matesih.
“Puncaknya pada 13 Maret di halaman Rumah Dinas Bupati Karanganyar,” jelasnya Kamis (19/2/2026).
Budi menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, khususnya menjelang Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, Dispertan PP bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan sejumlah komoditas penting seperti beras SPHP, gula pasir, dan minyak goreng.
“Selain itu, dari Dispertan sendiri akan menyediakan telur ayam, daging ayam, ikan laut, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya,” lanjutnya.
Khusus pelaksanaan pada 13 Maret mendatang di halaman Rumah Dinas, komoditas yang dijual akan lebih lengkap karena waktunya berdekatan dengan hari Lebaran, sehingga diprediksi kebutuhan masyarakat meningkat.
Sementara itu, sejumlah komoditas tercatat mulai mengalami kenaikan harga di pasaran. Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah. Jika sebelumnya sempat turun di kisaran Rp50 ribu per kilogram, kini harganya melonjak hingga Rp90 ribu per kilogram.
“Sedangkan cabai jenis lain seperti cabai keriting dan cabai besar relatif masih stabil di kisaran Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram,” imbuhnya.
Selain cabai, harga daging ayam juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp35–36 ribu menjadi sekitar Rp40 ribu per kilogram.
Kenaikan ini dipicu tingginya permintaan, termasuk untuk kebutuhan bantuan pangan serta persiapan masyarakat menyambut bulan puasa, di mana daging ayam menjadi salah satu menu favorit untuk sahur dan berbuka.
Harga telur ayam juga menunjukkan tren kenaikan meski tidak drastis, dengan peningkatan bertahap sekitar Rp1.000.
Meski demikian, dari sisi ketersediaan stok, Karanganyar sebenarnya dalam kondisi surplus jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk.
“Namun, tingginya aktivitas wisata, banyaknya restoran, serta tradisi buka puasa bersama membuat kebutuhan meningkat signifikan, sehingga pasokan terlihat lebih ketat di pasaran,” lanjutnya.
Pemerintah daerah berharap pasar murah ini dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan laju kenaikan harga menjelang Ramadan.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.