YOGYAKARTA, HARIANKOTA.COM — Gangguan operasional akibat proses evakuasi rangkaian kereta di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, berdampak pada sejumlah perjalanan kereta api dari dan menuju Daerah Operasi 6 Yogyakarta. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daop 6 pun menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas pembatalan tersebut.
KAI menjelaskan, hingga kini proses penanganan di lokasi masih berlangsung guna memulihkan jalur agar kembali normal. Demi menjaga keselamatan perjalanan dan penumpang, perusahaan menerapkan rekayasa pola operasi, termasuk membatalkan sejumlah perjalanan KA yang mengalami keterlambatan tinggi.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan pihaknya telah menyampaikan informasi pembatalan kepada penumpang melalui pesan singkat maupun WhatsApp blast.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Penumpang yang terdampak akan mendapatkan layanan sesuai aturan, termasuk pengembalian bea 100 persen di luar biaya pemesanan,” ujarnya.
Berikut daftar perjalanan kereta api dari dan menuju wilayah Daop 6 Yogyakarta yang dibatalkan:
KA Batal 27 April 2026:
KA 76B Mataram (Pasarsenen–Solobalapan)
KA 150 Singasari (Pasarsenen–Blitar)
KA 64B Manahan (Gambir–Solobalapan)
KA 258 Progo (Pasarsenen–Lempuyangan)
KA Batal 28 April 2026:
KA 143B Madiun Jaya (Madiun–Pasarsenen)
KA 75B Mataram (Solobalapan–Pasarsenen)
KA 149 Singasari (Blitar–Pasarsenen)
KA 61B Manahan (Solobalapan–Gambir)
KA 257 Progo (Lempuyangan–Pasarsenen)
KAI memastikan proses pengembalian dana tiket dapat dilakukan secara penuh (100 persen di luar biaya pemesanan). Refund bisa diakses melalui loket stasiun yang melayani pembatalan, Contact Center 121 di nomor 021-121, maupun aplikasi Access by KAI. Batas waktu pengajuan pembatalan dan refund diberikan hingga tujuh hari sejak tanggal keberangkatan pada tiket.
KAI Daop 6 menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan kepada pelanggan. Selain itu, koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak guna mempercepat pemulihan operasional.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.