SOLO, HARIANKOTA.COM– SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan karakter siswa. Dengan menggelar Muhi Islamic Student Camp (MISC) 2026.
Kegiatan bagi siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026, berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (15–16 Januari 2026).
Program MISC dirancang sebagai sarana penguatan nilai religius, kedisiplinan, dan tanggung jawab siswa menjelang kelulusan pendidikan dasar. Selama kegiatan, siswa dibina secara intensif melalui rangkaian aktivitas keislaman yang terstruktur sejak pagi hingga malam hari.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menjelaskan bahwa MISC menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.
“Seluruh rangkaian kegiatan MISC disusun secara sistematis, mulai dari ibadah, pembiasaan hidup disiplin, hingga penguatan spiritual,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Sebanyak 103 siswa mengikuti beragam kegiatan, di antaranya salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, murojaah hafalan Juz 30, praktik wudhu dan salat wajib, serta pendalaman materi ibadah.
Untuk menjaga kebugaran peserta, panitia juga menyisipkan olahraga pagi, makan bergizi (MBG), serta waktu istirahat terjadwal.
Pada malam hari, fokus kegiatan diarahkan pada penguatan spiritual melalui salat Maghrib dan Isya berjamaah, dilanjutkan sesi muhasabah dan spiritual building training.
Kegiatan ini dipandu para ustaz dan guru pembimbing berpengalaman yang berkolaborasi dengan Tim Erlangga Solo, guna menanamkan nilai keikhlasan, akhlak mulia, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan qiyamul lail yang dipimpin Ustaz Jatmiko, dilanjutkan salat Subuh berjamaah bersama Ustaz Sutrisno.
Peserta kemudian mengikuti murojaah hafalan, olahraga pagi, hingga praktik shalat jenazah. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi dan refleksi bersama.
Ketua Panitia MISC 2026, Ahmad, menegaskan bahwa Islamic Student Camp merupakan program unggulan SD Muhammadiyah 1 Solo yang berdiri sejak 1935.
“MISC bukan sekadar kegiatan bermalam, tetapi media pembelajaran nilai-nilai keislaman yang aplikatif. Ini menjadi titik awal dalam menyiapkan generasi emas 2045,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap siswa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki bekal spiritual dan moral yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.