Program Anti-Korupsi dan Inklusi Disabilitas, Dua Penyuluh Karanganyar Lolos PAI Award

Kambali dan Herawati dari Karanganyar masuk nominasi PAI Award 2025. Keduanya dikenal lewat dakwah inklusif dan edukasi antikorupsi yang menyentuh masyarakat akar rumput

chat_bubble_outline 0
Penyuluh Karanganyar Raih Penghargaan Nasional, Ini Kiprah Mereka (Foto: ist)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Dua Penyuluh Agama Islam asal Karanganyar, Kambali dan Herawati Suyatno Putri, masuk nominasi PAI Award Nasional 2025 yang digelar Kementerian Agama RI.

Prestasi ini menjadi bukti nyata kontribusi Karanganyar dalam dakwah sosial di tingkat nasional.

Kambali dinominasikan atas dedikasinya mendampingi penyandang disabilitas netra. Ia aktif mengajar Al-Qur’an Braille, pelatihan kewirausahaan, dan mendampingi komunitas tunanetra secara berkelanjutan.

“Saya percaya, meski tidak bisa melihat, mereka tetap bisa ‘melihat’ dengan hati. Tugas saya membangkitkan cahaya itu,” ujar Kambali.

Sementara Herawati diakui lewat program “Geber Bangku” (Generasi Bersih Bangsa Kuat) yang menyasar anak-anak sekolah dalam edukasi pencegahan korupsi sejak dini dengan pendekatan Islami dan interaktif.

“Korupsi lahir dari hal kecil yang dibiarkan. Maka saya memulainya dari ruang kelas dan anak-anak,” kata Herawati.

Program Herawati menggabungkan cerita Nabi, permainan edukatif, hingga simulasi kasus. Keduanya kini mewakili wajah penyuluh agama yang adaptif terhadap tantangan zaman.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya