Perbankan Karanganyar Siap Masuk Era Syariah, Kinerja BPR Karanganyar Tetap Tumbuh Lewat Undian Nasabah

PT BPR Bank Karanganyar bersiap menjadi Bank Syariah Daerah dengan dukungan OJK dan Pemkab, sembari menjaga kinerja positif lewat Undian Tabungan dan Kredit 2025

chat_bubble_outline 0
Bupati Karanganyar buka Undian Bank Karanganyar 2025 (Foto: HARIANKOTA)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Sektor perbankan daerah di Karanganyar mulai bersiap menuju babak baru. PT BPR Bank Karanganyar (Perseroda) tengah memproses transformasi menjadi Bank Syariah Daerah (BSD).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem keuangan daerah berbasis prinsip syariah di tengah dorongan pertumbuhan ekonomi lokal.

Menariknya, di tengah rencana konversi tersebut, kinerja Bank Karanganyar justru menunjukkan sinyal positif. Hal itu tampak dari tingginya partisipasi nasabah dalam Undian Tabungan dan Kredit 2025, yang digelar pada Rabu (15/10/2025).

Acara yang rutin digelar tiap tahun ini bukan sekadar seremonial. Dari sisi bisnis, kegiatan ini menjadi tolok ukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah yang sedang bersiap naik kelas menjadi bank syariah.

Tahun ini, Bank Karanganyar mencatat lebih dari 19 juta kupon tabungan dan 16 ribu kupon kredit yang masuk dalam undian.

Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menunjukkan loyalitas nasabah terhadap layanan bank daerah.

Hadiah utama berupa mobil Daihatsu Sigra menjadi magnet tersendiri, diikuti motor Honda Beat Sporty, sepeda listrik, dan TV LCD.

Menurut pengamatan wartawan, antusiasme nasabah terlihat tinggi sejak pagi. Banyak di antara mereka yang datang bukan hanya karena hadiah, tapi juga karena kepercayaan pada stabilitas bank yang kini bersiap beralih ke sistem syariah.

Rencana konversi Bank Karanganyar menjadi bank syariah tidak muncul tiba-tiba. Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah lama menjajaki langkah tersebut sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan keuangan berbasis syariah di tingkat daerah.

Bupati Karanganyar Rober Christanto menilai, kehadiran bank syariah daerah akan memperkuat pembiayaan produktif, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor mikro. Ia menegaskan, seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan stabilitas keuangan dan keamanan dana masyarakat.

“Bank Karanganyar harus menjadi bank syariah daerah yang sehat dan terpercaya. Pemerintah akan terus mengawal proses ini,” kata Rober di sela acara undian.

Sementara itu, Direktur Utama PT BPR Bank Karanganyar Wisnu Wardhana mengatakan, pihaknya telah memulai penyesuaian internal untuk mendukung arah bisnis syariah, mulai dari struktur organisasi, sistem pembiayaan, hingga pelatihan SDM.

Wisnu menyebut, kegiatan undian tahunan juga menjadi sarana menjaga hubungan dengan nasabah menjelang perubahan besar di tubuh bank.

“Kami ingin menunjukkan bahwa transformasi ini tidak mengubah komitmen kami terhadap nasabah. Justru kami ingin tumbuh bersama mereka,” ujarnya.

Langkah BPR Karanganyar untuk beralih ke sistem syariah dinilai sejalan dengan tren nasional yang menunjukkan peningkatan pangsa pasar perbankan syariah.

Data OJK terakhir mencatat, aset perbankan syariah tumbuh di atas 15% secara tahunan, dan sebagian besar didorong oleh ekspansi bank daerah.

Jika proses konversi berjalan sesuai rencana, Bank Karanganyar berpotensi menjadi salah satu Bank Syariah Daerah pertama di eks-Karesidenan Surakarta, sekaligus motor penggerak ekonomi halal di wilayah tersebut.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya