Misteri Jejak Kaki Wekudoro di Desa Terpencil di Lereng Gunung Purba

chat_bubble_outline 0
Situs Misteri
situs tapak bimo di Ngasinan, Karangbangun Matesih Karanganyar (Foto: Alfian/Hariankota)

Karena ukuran batu berbentuk telapak kaki sangat besar, warga desa sekitar meyakini bila tapak kaki tersebut merupakan telapak kaki Wekudoro (Bima) yang diyakini warga ada kaitannya dengan Gunung Lawu.

Dalam pewayangan sosok Bima atau Werkudoro digambarkan memiliki tubuh berukuran sangat besar. Tak heran jika kakinya juga berukuran besar. Maka dari itu warga menyebutnya tapak Bimo.

Heri menjelaskan jika saat kecil tapak batu itu masih terlihat jelas tiap bagian jari kakinya yang lima ruas. Namun saat terlihat samar-samar saja. Kemungkinan terkikis panas dan hujan. Dinas Purbakala sudah memasukkan situs kuno dan mencatatnya sebagai situs kuno dengan nama tapak Bima.

Bahkan sering juga orang bermimpi dan juga yang ada yang kesurupan di tempat ini dan suaranya membesar dan berat. Selain itu lokasi tersebut pernah di datangi tamu asing dan bahasanya seperti warga India. Kedatangan mereka di temani paranormal dari Sukoharjo.

“Pernah buat ritual sembahyang menggunakan dupa. Yang datang 4 orang, mukanya mirip orang India,” jelas Heri.

Sementara itu Karno Kepala desa Karang Bangun, menjelaskan dirinya sudah pernah mendengar sebelumnya ada tapak Bimo di lokasi desa Ngasinan.

Kepala desa Karang Bangun, Karno mengaku jaman kecilnya dulu ada orang tua yang sangat mahir gambar tokoh pewayangan Werkudoro. Hasilnya sangat bagus sekali. Saat itu anak-anak sering bermain ke rumahnya.

“Namun anehnya meski pintar melukis namun hanya bisa menggambar sosok Werkudoro saja. Tokoh lainnya tidak bisa,” jelas Karno.

Sejak saat itulah warga sekitar menyakini bahwa tapak kaki tersebut adalah milik Werkudoro dan menamakan situs tersebut sebagai tapak Werkudoro.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya