Menteri Kebudayaan Kunjungi Keraton Surakarta, Perkuat Pelestarian Warisan Budaya Jawa

Menteri Kebudayaan Fadli Zon didampingi GKR Wandansari Koes Murtiyah berkeliling bagian dalam keraton Surakarta

chat_bubble_outline 0
Menteri Kebudayaan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon berkeliling lingkungan Kraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon melakukan kunjungan kerja resmi ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Minggu (18/1/2026).

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat sinergi pelestarian warisan budaya, sekaligus meninjau langsung proses revitalisasi bangunan cagar budaya di salah satu pusat peradaban Jawa.

Setibanya di kompleks keraton, Menteri Kebudayaan disambut keluarga besar Keraton Surakarta. Kunjungan tersebut turut didampingi Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah yang secara langsung mengantar rombongan berkeliling kawasan dalam keraton sambil menjelaskan fungsi dan sejarah tiap bangunan.

Dalam kunjungan itu, GKR Wandansari yang kerap disapa Gusti Moeng mengajak Menteri Kebudayaan menelusuri area inti Keraton Surakarta melalui jalur Kori Kamandungan hingga masuk ke wilayah kediaman utama.

Gusti Moeng juga menjelaskan tiap sudut bangunan. Sejumlah bangunan penting diperkenalkan, di antaranya kamar Jambon, Dulunya memiliki ciri khas warna merah jambon yang melambangkan kemewahan dan keagungan, menjadi saksi bisu sejarah dan tradisi, dan merupakan bagian dari kompleks Keraton.

Kemudian Kraton Kulon (Kraton Barat) yang ada di dalam Kraton Solo, kawasan Keputren, serta lokasi yang pada masa lalu difungsikan sebagai klinik kesehatan bagi para abdi dalem.

Penjelasan Gusti Moeng tersebut memberikan gambaran utuh bahwa keraton tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan tradisional, tetapi juga sebagai ruang sosial, budaya, dan pelayanan masyarakat pada zamannya.
Keraton sebagai “Perpustakaan Hidup”

Di sela-sela kunjungan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Keraton Surakarta bukan sekadar bangunan fisik bersejarah, melainkan ruang hidup yang menyimpan nilai-nilai luhur bangsa.

“Keraton Surakarta adalah pilar penting kebudayaan nasional. Ia bukan hanya bangunan, tetapi perpustakaan hidup yang merekam tata nilai, tradisi, dan kearifan lokal. Pemerintah berkomitmen menjaga fisiknya tetap lestari sekaligus memastikan ekosistem budayanya terus hidup,” ujar Menteri.

Menteri Kebudayaan menegaskan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat harus dilindungi sekaligus dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai pusat edukasi serta wisata budaya.

“Keraton perlu terpelihara dengan baik dan mampu menarik masyarakat untuk belajar dan berwisata budaya,” ujarnya.

Ia menyampaikan, Kementerian Kebudayaan telah memulai revitalisasi sejak 2025, termasuk perbaikan Panggung Sanggabuwono dan tahap awal revitalisasi museum keraton.

“Museum adalah etalase peradaban. Dengan tata pamer yang baik, generasi muda dapat memahami sejarah dan nilai budaya dengan mudah,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya