Mengenal Hipotermia, Penyebab Mahasiswi Asal Undip Semarang Meninggal Dunia di Gunung Lawu

Kenali Hipotermia, Penyebab Mahasiswi Asal Undip Semarang Tewas di Gunung Lawu

chat_bubble_outline 0
Hiportemia
Mengenal Hipotermia, Penyebab Mahasiswi Asal Undip Semarang Tewas di Gunung Lawu (Foto:Alodokter)

Bila orang tersebut masih bernapas dan denyut nadinya masih ada, lakukanlah tindakan berikut ini untuk membuat suhu tubuhnya kembali normal:

Pindahkan penderita ke tempat yang lebih kering dan hangat secara hati-hati, karena gerakan yang berlebihan dapat memicu denyut jantungnya berhenti.

Ganti dengan pakaian yang kering jika pakaian yang dikenakannya basah.
Tutupi tubuh penderita dengan selimut atau mantel yang tebal agar hangat.

Berikan penderita minuman hangat dan manis jika ia sadar dan mampu menelan.

Berikan kompres hangat dan kering untuk membantu menghangatkan tubuhnya. Letakkan kompres di leher, dada, dan selangkangan. Hindari meletakkan kompres di lengan atau tungkai karena dapat menyebabkan darah yang dingin mengalir kembali ke jantung, paru-paru, dan otak.

Hindari penggunaan air panas, bantal pemanas, atau lampu pemanas untuk menghangatkan penderita. Panas yang berlebihan dapat merusak kulit dan menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.

Temani dan pantau terus kondisi penderita hingga bantuan medis tiba.
Setelah tiba di rumah sakit, penderita hipotermia akan menerima serangkaian tindakan medis, berupa:

Memberikan oksigen yang telah dilembapkan melalui masker atau selang hidung, untuk menghangatkan saluran pernapasan dan meningkatkan suhu tubuhnya
Memberikan cairan infus yang telah dihangatkan
Menghangatkan darah pasien dengan menggunakan mesin cuci darah bila hipotermia yang dialaminya berderajat berat
Komplikasi Hipotermia
Hipotermia yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi, antara lain

Frostbite, yaitu cedera pada kulit dan jaringan di bawahnya karena membeku
Chilblains, yaitu peradangan pembuluh darah kecil dan saraf pada kulit
Trench foot, yaitu rusaknya pembuluh darah dan saraf pada kaki akibat terlalu lama terendam air
Gangrene, yaitu kematian jaringan tubuh
Kematian

Pencegahan Hipotermia

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hipotermia, yaitu:

1.Jaga tubuh agar tetap kering.
2.Hindari mengenakan pakaian basah dalam jangka waktu lama.
3.Gunakan pakaian sesuai dengan kondisi cuaca dan aktivitas yang akan dilakukan, terutama saat mendaki gunung atau berkemah di tempat yang dingin.
4.Gunakan topi, syal, sarung tangan, kaus kaki, dan sepatu bot ketika akan beraktivitas di luar rumah pada suhu yang sangat dingin.
5.Hindari melakukan aktivitas fisik yang berat ketika suhu sangat dingin, karena keringat dapat membasahi pakaian dan membuat suhu tubuh makin turun.
6.Hindari mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol atau kafein.
7.Konsumsilah minuman dan makanan yang hangat.
8.Jangan berenang ketika cuaca dingin.

***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya