Konsolidasi Nasional NPCI: Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas Jelang Asian Para Games 2026

Rakernas National Paralympic Committee of Indonesia 2026 di Karanganyar fokus memperkuat pembinaan atlet disabilitas dan persiapan menuju Asian Para Games 2026.

chat_bubble_outline 0
pemukulan gong menandai dibukanya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NPCI Tahun 2026

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM  — Upaya memperkuat pembinaan atlet disabilitas nasional kian dimatangkan. Hal itu mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Lorin Solo, Senin (27/4/2026) malam.

Forum yang dihadiri perwakilan 34 pengurus provinsi NPCI se-Indonesia ini menjadi momentum penting untuk menyusun arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat program pembinaan atlet disabilitas. Rakernas juga difokuskan sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Para Games 2026 yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.

Ketua NPCI Indonesia, Senny Marbun, menegaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap atlet disabilitas terus menunjukkan peningkatan signifikan. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi dorongan kuat bagi para atlet untuk meningkatkan prestasi di kancah internasional.

“Apresiasi negara saat ini sangat besar. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengangkat prestasi olahraga disabilitas Indonesia,” ujarnya.

Selain merumuskan program strategis, Rakernas ini juga diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah. Dengan koordinasi yang lebih solid, diharapkan pembinaan atlet dapat berjalan lebih terarah, merata, dan berkelanjutan.

Kehadiran Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dalam kegiatan tersebut turut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan olahraga disabilitas. Karanganyar sendiri dinilai memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat pembinaan atlet Paragames nasional, didukung fasilitas pelatihan yang memadai.

Melalui Rakernas ini, NPCI menargetkan terbangunnya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong olahraga disabilitas menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Indonesia yang inklusif dan kompetitif di tingkat global.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya