KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menceritakan detik-detik saat bangunan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Fathul Ilmi di Dusun Randusari, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, roboh diterpa angin kencang pada Sabtu (19/10/2025) sore.
Menurutnya, ustaz pengajar TPQ sempat pingsan karena syok saat bangunan joglo tempat mengaji itu ambruk.
“Ustaznya sempat pingsan, mungkin kaget dan syok melihat bangunan tempat mengaji roboh mendadak. Tapi sekarang sudah sadar dan kondisinya membaik,” ujar Hendro saat dikonfirmasi, Minggu (19/10/2025).
Insiden itu terjadi ketika para santri sedang mengikuti kegiatan belajar mengaji di dalam joglo. Hembusan angin kencang disertai hujan deras membuat bangunan yang baru dibangun sekitar satu tahun lalu itu tidak mampu menahan beban hingga akhirnya roboh.
Akibat kejadian tersebut, 16 orang menjadi korban, sebagian besar merupakan anak-anak usia sekolah dasar.
Sebanyak tujuh santri harus dirawat di Rumah Sakit Dokter Oen Surakarta, sedangkan sembilan lainnya menjalani rawat jalan karena mengalami luka ringan.
“Beberapa anak mengalami pusing dan luka di tangan akibat tertimpa material bangunan. Tapi tidak ada yang dirawat di ICU. Semua masih dalam observasi dokter,” jelas Hendro.
BPBD Karanganyar bersama warga setempat berencana melakukan pembersihan puing dan pendataan ulang pada Minggu (20/10) pagi.
Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit dan Dinas Sosial terkait penanganan korban.
“Kami sudah pastikan BPJS para korban aktif, jadi pengobatan bisa ditanggung. Yang terpenting sekarang anak-anak pulih dulu,” tambahnya.
BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi angin kencang, terutama pada masa pancaroba yang masih berlangsung di wilayah Karanganyar dan sekitarnya.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.