Jenazah Pendaki Ditemukan, Bupati Sampaikan Duka Cita dan Apresiasi Relawan

Jenazah pendaki Yazid Ahmad Firdaus ditemukan di Bukit Mongkrang. Bupati Karanganyar sampaikan duka cita pada keluarga, dan mengapresiasi relawan.

chat_bubble_outline 0
Bupati Karanganyar Rober Christanto memeluk erat ayah almarhum Yazid Ahmad Firdaus saat jenazah tiba di RSUD Karanganyar, Selasa (10/2/2026) malam. Pelukan itu menjadi ungkapan duka mendalam sekaligus memberi dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Suasana duka menyelimuti halaman rumah RSUD Karanganyar saat jenasah Yazid Ahmad Firdaus tiba dengan ambulans sekira pukul 18.30 WIB.

Bupati Karanganyar Rober Christanto tampak menghampiri ayah korban. Dengan mata berkaca-kaca, Bupati langsung memeluk Sapto Mulyono ayah dari survivor yang hilang di bukit Mongkrang, 18 Januari 2026 lalu.

Bupati Rober menyampaikan dukungan moral agar keluarga diberi kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah ini.

Selain itu pemerintah daerah akan mendampingi keluarga korban hingga seluruh proses selesai. Mulai dari penanganan jenazah di rumah sakit hingga pengantaran ke rumah duka.

“Semoga keluarga tetap kuat dan tidak merasa sendiri di tengah duka yang mendalam,” ucap Bupati Rober (10/2/2026) malam.

Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, Bupati Rober sekaligus mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari relawan, Basarnas, TNI, hingga Polri.

“Atas nama pemerintah daerah, kami nderek bela sungkawa sedalam-dalamnya. Terima kasih kepada seluruh relawan dan unsur terkait yang sudah bergerak bersama. Alhamdulillah korban ditemukan pagi tadi dan ini sudah bisa dibawa ke RSUD,” ujar Bupati Rober.

Terkait identitas jenazah, Bupati menjelaskan bahwa hasil sementara menunjukkan kecocokan antara data identitas, dokumen pribadi, serta keterangan dari pihak keluarga.

“Untuk sementara semuanya sinkron, baik dari dokumen maupun keterangan keluarga,” tambahnya.

Pemkab Karanganyar juga memastikan seluruh proses penanganan jenazah ditanggung oleh pemerintah. Mulai dari pelayanan di RSUD hingga pengantaran ke rumah duka menggunakan ambulans diberikan secara gratis.

“Semua biaya kami gratiskan. Ini bentuk kepedulian pemerintah bersama TNI dan Polri,” tegas Bupati.

Seperti diketahui, sebelumnya operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada hari ke-13 karena korban belum juga ditemukan.

Setelah dilakukan evaluasi ulang dan melakuan Operasi SAR mandiri dengan tim yang lebih kecil, hingga akhirnya pendaki yang hilang selama 23 hari berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia.

Dengan ditemukannya survivor operasi pencarian resmi dinyatakan selesai, dan seluruh pihak menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga atas peristiwa tersebut.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya