SUKOHARJO, HARIANKOTA.COM – Siapa sangka, seorang penjual sabun herbal keliling kini bisa memimpin 21 perusahaan? Atau, mahasiswa S3 yang sibuk dengan disertasinya ternyata juga mengelola delapan warung burjo sekaligus.
Bahkan, ada pula sosok muda yang berani meninggalkan hadiah ratusan juta demi membangun jaringan bisnis, hingga akhirnya duduk di kursi legislatif.
Tiga cerita itulah yang bikin ratusan Gen Z terinspirasi dalam acara Inspirasi Sukses dari Local Hero yang digelar di Auditorium Menara Wijaya, Sukoharjo, Jumat (26/9/2025).
Sekitar 200 anak muda hadir, menyimak kisah jatuh-bangun tiga tokoh: Zulkifli Gayo, Luki Adhi Sulaksono, dan Machmud Lutfi Huzain.
Zulkifli Gayo, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, percaya bahwa anak muda zaman sekarang harus “tahan banting.”
Sambil kuliah S3 di Unissula Semarang, ia juga membuka warung burjo. Bukan satu, tapi delapan sekaligus. Hasilnya? Ia tetap bisa lulus doktor di usia 30 tahun.
“Kuncinya jangan satu jalur saja. Kalau mau jadi akademisi, fokus ke prestasi. Kalau mau jadi pebisnis, jangan lagi minta kiriman dari orang tua. Kalau mau politik, bangun jaringan sejak awal,” ujarnya.
Beda lagi dengan kisah Luki Adhi Sulaksono, founder Dua Naga Corporation. Sebelum punya 21 perusahaan, ia pernah merasakan pahitnya hidup.
“Pernah tujuh bulan kerja, tapi yang saya dapat cuma makan. Tanpa gaji,” kenangnya.
Titik balik datang ketika seorang pembeli asal Jawa Timur memesan 10 ribu sabun herbal buatannya. Tak hanya membeli, orang tersebut juga memberi modal usaha. Dari situlah, Luki memulai perjalanan barunya pada 2015.
“Kalau mau sukses, jangan lupa lima hal: niat, doa ibu, keyakinan, usaha maksimal, dan sabar,” tegasnya.
Sementara Machmud Lutfi Huzain punya jalannya sendiri. Ia memberanikan diri ikut Diplomat Success Challenge pada 2013. Juara pertama berhasil ia raih, tapi yang paling berharga bukan uang Rp500 juta, melainkan networking.
“Circle saya langsung naik kelas. Dari situ, saya kenal banyak CEO dan punya mentor. Itu yang bikin bisnis saya berkembang,” kata Lutfi.
Kini, di usia 35 tahun, ia duduk sebagai anggota DPRD Sukoharjo. Menariknya, gajinya tak ia pakai sepeser pun untuk pribadi. Semua dialirkan ke panti asuhan dan masyarakat yang membutuhkan.
Acara ini bukan hanya tentang motivasi, tapi juga bagian dari diskusi publik bertema “Korupsi Problematik Bangsa, Bagaimana Solusinya?” yang menghadirkan Ketua Komisi Kejaksaan RI, Pujiyono Suwadi, serta Kepala Kejari Sukoharjo, Titin Herawati Utara.
Namun, yang paling terasa bagi peserta adalah pulang dengan semangat baru: bahwa sukses memang tak ada jalur instan, tapi selalu ada jalan untuk yang berani berproses.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.