KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Panitia Siksorogo Lawu Ultra (SLU) 2025 akhirnya memberikan penjelasan resmi setelah dua peserta Fun Run meninggal dunia saat mengikuti ajang lari gunung di Tawangmangu, Karanganyar, 5–7 Desember 2025. Klarifikasi disampaikan dalam konferensi pers di Gedung DPRD Karanganyar, Senin (8/12/2025).
Pembina SLU, Tony Hatmoko, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Pujo Buntoro, pegawai Kementerian Agama asal Tegal Winangun, serta Sigit Joko Purnomo, pejabat Kementerian Pariwisata dari Buran, Tasikmadu. Ia menegaskan bahwa panitia telah mendatangi rumah duka dan menyerahkan santunan sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Tony menjelaskan bahwa kedua peserta tidak mendapatkan perlindungan asuransi karena polis acara hanya mencakup kecelakaan fisik di jalur lomba, seperti tertimpa benda atau cedera akibat kondisi medan. Serangan jantung yang dialami kedua almarhum tidak termasuk dalam kategori tersebut.
Hal ini, menurutnya, sudah dikomunikasikan langsung kepada keluarga setelah panitia berkonsultasi dengan pihak penyedia asuransi.
Selain itu, seluruh peserta telah menandatangani surat pelepasan tanggung jawab yang menjadi standar wajib dalam enam penyelenggaraan SLU sebelumnya.
Berdasarkan laporan panitia, Pujo Buntoro mulai mengalami masalah saat memasuki kilometer 8, tepat di tanjakan Bukit Mitis. Kondisinya tiba-tiba menurun hingga ia kolaps, dan tim medis yang berada di jalur langsung melakukan penanganan.
Sementara itu, Sigit Joko Purnomo lebih dulu mengalami kram di sekitar kilometer 9 hingga 10. Ia menerima terapi dari tim medis dan sempat kembali merasa lebih baik, lalu melanjutkan perjalanan.
Namun, saat mencapai kilometer 12, kondisinya kembali drop hingga akhirnya tidak bisa melanjutkan lomba dan dinyatakan meninggal setelah mendapat upaya pertolongan sesuai SOP.
“Kami sudah menjalankan prosedur medis sesuai standar. Namun situasi yang terjadi di luar kendali kami,” kata Tony.
Ketua Siksorogo, Fajar Brilianto, menegaskan bahwa kedua peserta bukan bagian dari kategori ultra seperti yang ramai diberitakan. Mereka mengikuti Fun Run 15K, kategori rekreasional dengan tingkat kesulitan lebih ringan, meski tetap memiliki tantangan khas jalur pegunungan.
Event Director SLU, Rachmat Septiyanto, memberikan klarifikasi mengenai perubahan rute Fun Run 15K. Ia menyebut jalur asli memiliki potensi longsor sehingga panitia mengalihkan rute ke jalur baru yang melewati Puncak Mitis dan memiliki elevasi lebih tinggi.
Informasi perubahan rute, kata Rachmat, sudah diumumkan melalui media sosial resmi panitia dan dijelaskan kembali pada technical meeting sehari sebelum perlombaan.
Panitia memastikan akan melakukan evaluasi besar-besaran setelah insiden ini, termasuk meningkatkan kapasitas tim medis dan memperkuat sistem pemantauan peserta.
“Ini kejadian pertama dalam enam tahun penyelenggaraan SLU. Evaluasi akan kami lakukan agar penyelenggaraan ke depan lebih aman,” tegas Tony.
Panitia juga telah melaporkan insiden ini kepada Kementerian Pariwisata dan Polres Karanganyar.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.