Dekranasda Karanganyar 2025–2030 Resmi Dilantik, UMKM Kerajinan Siap Naik Kelas

Pengukuhan DEKRANASDA Karanganyar 2025–2030 menargetkan penguatan UMKM kerajinan, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pasar untuk mendongkrak ekonomi daerah

chat_bubble_outline 0
Pelantikan Pengurus Dekranasda

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Karanganyar mendapat angin segar. Senin (17/11), jajaran Pengurus DEKRANASDA periode 2025–2030 resmi dikukuhkan di Pendopo Raden Mas Said.

Kepengurusan baru ini diproyeksikan menjadi motor penggerak bagi UMKM kerajinan lokal yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Ketua DEKRANASDA Karanganyar, dr. Farida Nur Hayati, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat daya saing produk kerajinan.

Menurutnya, potensi komoditas lokal seperti batik tukis, eco print, hingga kerajinan bambu masih sangat besar jika digarap secara lebih profesional dan modern.

“Karanganyar punya produk kerajinan yang unik dan bernilai ekonomi tinggi. Tantangannya adalah bagaimana memperluas pasar dan memastikan perajin mendapat dukungan yang tepat,” ujarnya.

Farida menekankan bahwa DEKRANASDA ingin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perbankan agar UMKM kerajinan memiliki akses pembiayaan yang lebih mudah.

Selain itu, pelatihan manajemen usaha, inovasi desain, serta pemasaran digital akan diperbanyak untuk menjawab tuntutan pasar saat ini.

Ia juga mengajak Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan untuk memperluas pendampingan teknis bagi para perajin.

“Pelaku usaha perlu dibantu meningkatkan keterampilan dan memahami cara mengelola bisnis secara berkelanjutan. Ini penting agar UMKM kerajinan tidak hanya bertahan, tetapi berkembang,” tambahnya.

Di sisi lain, Bupati Karanganyar, Rober Christanto, mengapresiasi terbentuknya jajaran pengurus baru. Ia menilai DEKRANASDA harus menjadi bagian dari strategi besar penguatan ekonomi lokal yang berbasis budaya dan kerajinan.

“Produk Karanganyar, terutama batik, punya potensi besar. Kita harus terus mengangkat karya perajin dan menjadikannya identitas ekonomi daerah,” kata Rober.

Ia juga menyebut kearifan lokal seperti batik dan anggrek sebagai aset yang bisa memperkuat brand daerah di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, penguatan ekosistem kerajinan akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum bagi DEKRANASDA untuk mempercepat transformasi UMKM kerajinan, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga akses pasar.

Dengan peran strategis yang dimiliki, organisasi ini ditargetkan mampu membawa kerajinan Karanganyar menembus pasar digital dan memperluas potensi ekonomi daerah.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya