Koster Dorong Aksi Iklim Bali Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Hijau

Gubernur Bali Wayan Koster mendorong aksi iklim berbasis kearifan lokal untuk membuka peluang ekonomi hijau melalui energi terbarukan dan aset alam Bali.

chat_bubble_outline 0

BADUNG, HARIANKOTA.COM – Menjaga lingkungan dinilai tidak harus menghambat pertumbuhan ekonomi. Gubernur Bali Wayan Koster justru melihat potensi alam Bali sebagai modal untuk membangun ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Koster saat menghadiri Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026 di Nusa Dua, Badung, Selasa (8/9/2026).

Menurut Koster, aksi iklim Bali menjadi bagian dari pembangunan yang berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Konsep tersebut menekankan keseimbangan antara manusia, alam, dan kebudayaan Bali.

Bali memiliki sejumlah aset yang berpotensi dikembangkan dalam ekonomi hijau, mulai dari energi terbarukan, mangrove, padang lamun, pertanian organik hingga kawasan hutan.

Di sektor blue carbon, Bali memiliki sekitar 2.330 hektare mangrove dan 1.307 hektare padang lamun. Sementara sekitar 52.909 hektare sawah telah menerapkan pertanian organik.

Pemerintah Provinsi Bali pun membuka peluang kolaborasi dalam tiga sektor utama, yakni pengembangan blue carbon, energi surya, dan agricultural carbon.

Untuk energi surya, Bali membuka peluang pembangunan PLTS skala besar dengan kapasitas awal sekitar 300 MWp yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Koster menegaskan setiap kerja sama harus tetap mengutamakan kelestarian lingkungan, tata kelola yang baik, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali.

Menurutnya, aksi iklim tidak hanya bertujuan mengurangi emisi, tetapi juga membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Chairman Indonesia Carbon Credit and Biodiversity Alliance (ICCBA), Rob Raffael Kardinal, mengapresiasi langkah Bali. Ia menilai kombinasi kekayaan alam, budaya, kebijakan, dan peran masyarakat menjadi modal kuat bagi Bali untuk mengembangkan ekosistem karbon dan keanekaragaman hayati.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi proyek ekonomi hijau yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya