BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Aman untuk Operasional Kereta Api Lebaran 2026 di Daop 6 Yogyakarta

BPH Migas memastikan pasokan BBM untuk operasional kereta api di Daop 6 Yogyakarta aman selama Angkutan Lebaran 2026 setelah melakukan pemantauan bersama KAI dan Pertamina Patra Niaga.

chat_bubble_outline 0
Pemantauan jajaran BPH Migas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta dan perwakilan PT Pertamina Patra Niaga

YOGYAKARTA, HARIANKOTA.COM– Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta dalam kondisi aman. Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pemantauan langsung di Stasiun Yogyakarta, Sabtu (14/3).

Pemantauan dilakukan oleh jajaran BPH Migas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta dan perwakilan PT Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran transportasi selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kunjungan kerja ini dihadiri Komite BPH Migas Dr. Baskara Agung Wibawa dan Bambang Hermanto. Kedatangan mereka disambut Deputy Executive Vice President (EVP) KAI Daop 6 Yogyakarta Rahim Ramdhani beserta jajaran manajemen.

Dalam pertemuan tersebut, Rahim Ramdhani memaparkan kesiapan operasional Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daop 6, termasuk kesiapan sarana perkeretaapian serta kebutuhan BBM untuk menunjang perjalanan kereta api selama periode mudik.

Menurut Rahim, dukungan BPH Migas sangat penting dalam memastikan ketersediaan kuota BBM subsidi bagi operasional kereta api, terutama ketika mobilitas masyarakat meningkat tajam saat Lebaran.

“Dengan dukungan tersebut, operasional kereta api di wilayah Daop 6 dapat berjalan optimal sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga selama masa angkutan Lebaran,” ujarnya.

Sementara itu, Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa menegaskan komitmen lembaganya untuk menjaga ketersediaan energi nasional, termasuk BBM yang dibutuhkan sektor transportasi.

Ia menilai koordinasi antara BPH Migas dan KAI merupakan langkah strategis untuk memastikan layanan transportasi publik tetap berjalan aman, andal, dan efisien selama periode Lebaran.

Di sisi lain, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan pemantauan tersebut juga menjadi momentum memperkuat koordinasi antara KAI dan para pemangku kepentingan terkait.

Menurutnya, kunjungan itu diharapkan semakin mempererat sinergi antara KAI, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketersediaan BBM bagi operasional kereta api.

“Dengan dukungan semua pihak, KAI Daop 6 berkomitmen menghadirkan layanan kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026,” kata Feni.

KAI Daop 6 juga menyampaikan apresiasi kepada BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga atas dukungan dalam menjaga kelancaran distribusi BBM. Ketersediaan bahan bakar dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan operasional kereta api tetap berjalan lancar di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran.

Melalui pemantauan ini, diharapkan sinergi antara BPH Migas dan KAI semakin kuat sehingga kebutuhan BBM untuk operasional kereta api selama Angkutan Lebaran 2026 dapat terpenuhi secara optimal.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya