Pahlawan Nasional Dari Lereng Lawu, Semangat Perjuangan ‘Tijitibeh’ Bikin Pasukan Kompeni Kocar-Kacir

Pahlawan Nasional Dari Lereng Lawu, Semangat Perjuangan ‘Tijitibeh’ Bikin Pasukan Kompeni Kocar-Kacir

chat_bubble_outline 0
Sapta Tirta Pablengan
Sapta Tirta pablengan 7 mata air yang sempat dijadikan markas pasukan pangeran Sambernyawa mengusir penjajah

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Pahlawan Nasional Dari Lereng Lawu, Semangat Perjuangan ‘Tijitibeh’ Bikin Pasukan Kompeni Kocar-Kacir.

Kisah perjuangan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa dan memiliki nama kecil  Raden Mas Said sudah tidak diragukan lagi. Berperang melawan ketidakadilan dan  membela tanah airnya dari penjajahan Belanda (Kompeni)

Dan pada tahun Pada 1983, Pemerintah Indonesia menganugrahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Mangkunegara I karena karena jasa-jasa kepahlawanannya. Dengan mendapat penghargaan Bintang Mahaputra.

Raden Mas Said, terlahir di Kraton Kartasura, 7 April 1725, putera dari Pangeran Mangkunegara Kendang (putra sulung Amangkurat IV) dan  R. Ay. Wulan, puteri Pangeran Blitar. Sedangkan kakeknya adalah Sinuwun Amangkurat IV.

Nama R.M Sahid sendiri merupakan pemberian dari neneknya sebelum wafat, yang artinya bahwa Sri Sunan masih bisa ‘menangi’ (melihat)kelahiran cucunya sebelum wafat.

Sejak usia ramaja RM Said adalah sosok yang tangguh, kuat dan memiliki bakat berperang. Sebab itulah ketika usianya  menginjak 15 tahun sudah diangkat menjadi  mantri oleh PB II dan diberi anugrah gelar  Pangeran Suryokusumo.

Saat terjadi pemberontakan kaum pedagang Cina di Kraton Kartosura yang lebih dikenal dengan ‘geger pecinan’ Raden Mas Said berhasil menumpasnya.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya