Pemkot Solo mengajak pelaku usaha memberikan data akurat dalam Sensus Ekonomi 2026. BPS Surakarta menerjunkan 362 petugas untuk pendataan hingga 31 Agustus 2026.

chat_bubble_outline 0

Sensus Ekonomi 2026 Mulai 15 Juni, Pemkot Solo Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Akurat

Pemkot Surakarta Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026

SOLO, HARIANKOTA.COM  – Pemerintah Kota Surakarta mengajak seluruh pelaku usaha memberikan data yang akurat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Data tersebut dinilai sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi, pengembangan UMKM, hingga peningkatan investasi di Kota Solo.

Ajakan itu disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat memimpin Apel Siaga Petugas Sensus Ekonomi 2026 di halaman Kantor Badan Pusat Statistik Kota Surakarta, Jumat (12/6/2026).

Menurut Astrid, Pemerintah Kota Surakarta siap mendukung penuh pelaksanaan sensus yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

“Kami berharap seluruh pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif dan memberikan data yang sesuai kondisi sebenarnya agar hasil sensus benar-benar bermanfaat bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Astrid menegaskan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi rujukan penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi Kota Surakarta. Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha diminta memberikan informasi yang valid kepada petugas sensus.

Menurutnya, data yang akurat akan membantu pemerintah menyusun program yang tepat sasaran sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi daerah.

“Data ini nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran, mendukung iklim investasi, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah,” kata Astrid.

Astrid menilai perkembangan ekonomi dalam satu dekade terakhir mengalami perubahan signifikan, terutama dengan tumbuhnya berbagai model usaha berbasis digital.

Karena itu, sensus kali ini diharapkan mampu menghadirkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi Kota Solo saat ini, termasuk sektor usaha yang berkembang melalui platform digital.

“Dengan data yang valid, pemerintah dapat merumuskan program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia usaha,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Surakarta, Ratna Setyowati, mengatakan tantangan Sensus Ekonomi 2026 lebih kompleks dibandingkan sensus sebelumnya pada 2016.

Menurut Ratna, banyak usaha saat ini tidak memiliki lokasi fisik tetap namun memiliki aktivitas ekonomi yang besar, seperti bisnis digital dan usaha online.

Untuk menjangkau seluruh pelaku usaha, BPS Kota Surakarta menerjunkan 362 petugas yang akan melakukan pendataan secara door to door di seluruh wilayah kota. Pendataan mencakup usaha konvensional, usaha rumahan, hingga usaha berbasis digital.

Hasil Sensus Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sensus Ekonomi merupakan program nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memetakan aktivitas usaha nonpertanian di Indonesia. Hasil pendataan tahun 2026 diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja di masa mendatang.

 

 

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya