SOLO, HARIANKOTA.COM — Pemerintah Kota Surakarta mulai mempercepat transformasi industri ramah lingkungan dengan mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) menerapkan konsep industri hijau dalam proses produksi.
Langkah ini disiapkan agar industri lokal mampu bertahan di tengah tuntutan pasar yang kini semakin menekankan aspek keberlanjutan lingkungan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani saat membuka Sosialisasi Penerapan Industri Hijau bagi IKM di Zigna Kampung Batik Laweyan Hotel, Kamis (7/5/2026).
Menurut Astrid, konsep industri hijau tidak hanya berkaitan dengan pengurangan dampak lingkungan, tetapi juga menyangkut efisiensi penggunaan energi, air, dan bahan baku agar pelaku usaha memperoleh nilai tambah dalam persaingan industri.
“Industri hijau bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi bagaimana pelaku usaha dapat meningkatkan efisiensi produksi sehingga lebih kompetitif,” ujarnya.
Ia menjelaskan sektor industri memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi daerah. Karena itu, Pemkot Surakarta mendorong seluruh sektor industri bertransformasi menuju sistem produksi berkelanjutan yang lebih hemat sumber daya dan minim limbah.
Astrid menilai pembangunan ekosistem industri hijau perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pelaku usaha hingga masyarakat. Kesadaran bersama dinilai penting untuk menciptakan lingkungan industri yang berkelanjutan di Kota Solo.
Dalam arah pembangunan daerah melalui RPJMD 2025–2029, Pemerintah Kota Surakarta juga memasukkan penguatan ekonomi inklusif, pengembangan IKM, serta transformasi ekonomi hijau sebagai salah satu prioritas utama.
Menurutnya, IKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian lokal sekaligus penyerap tenaga kerja. Namun, masih terdapat tantangan dalam penerapan industri hijau, mulai dari keterbatasan pemahaman pelaku usaha hingga akses teknologi yang belum merata.
“Transformasi menuju ekonomi hijau bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan yang harus dihadapi dunia usaha,” katanya.
Astrid berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman pelaku IKM terkait penerapan industri hijau secara nyata di sektor usaha masing-masing.
Ia menambahkan Kota Surakarta memiliki tujuh sektor industri unggulan, yakni industri makanan, tekstil, pakaian jadi, kulit, mebel, kerajinan tangan, dan industri kreatif. Seluruh sektor tersebut didorong mampu menyesuaikan diri dengan konsep industri hijau agar tetap kompetitif di tengah perkembangan industri modern.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Agung Riyadi mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku industri terkait efisiensi penggunaan sumber daya dalam proses produksi.
“Pelaku industri kami dorong untuk mulai menerapkan konsep industri hijau agar proses produksinya lebih efisien sekaligus ramah lingkungan,” ujar Agung.
Ia menyebut berbagai sentra industri di Kota Solo ke depan juga akan diarahkan mengurangi limbah produksi melalui penerapan konsep industri hijau.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, serta IESR yang memaparkan kebijakan dan praktik teknis penerapan industri hijau bagi pelaku industri kecil maupun besar.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.