KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM — Sebanyak 595 Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Karanganyar tahun 1447 H/2026 M resmi dilepas dalam suasana khidmat di Gedung Wanita Karanganyar. Para jamaah dijadwalkan berangkat pada Minggu (10/5/2026), yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter).
Pelepasan tersebut tidak hanya menjadi seremoni keberangkatan, tetapi juga momentum penguatan pesan spiritual bagi seluruh jamaah. Mereka diingatkan untuk menjaga kekompakan, meluruskan niat, serta saling membantu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Karanganyar, Ali Qodri, melaporkan
Dari total jamaah, sebanyak 283 orang merupakan laki-laki dan 312 lainnya perempuan. Adapun pembagian kloter meliputi Kloter 58 sebanyak 311 jamaah, Kloter 59 sebanyak 274 jamaah, Kloter 60 satu orang, Kloter 65 lima orang, serta Kloter 81 sebanyak empat orang.
“Minggu besuk berangkat dari Embarkasi Haji Donohudan,” terang Ali Qodri.
Dia juga melaporkan bahwa kesiapan jamaah terus dimatangkan, terutama dari sisi kesehatan.
“Kondisi fisik yang prima menjadi kunci agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menegaskan pentingnya persiapan menyeluruh, baik fisik, mental, maupun perlengkapan ibadah.
Ia juga memastikan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan perangkat wilayah untuk menjaga keamanan rumah serta keluarga yang ditinggalkan jamaah.
“Berangkat dengan niat yang tulus, jaga kesehatan, dan saling menjaga satu sama lain. Insyaallah seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Dalam pembekalan, jamaah juga diingatkan agar tidak bersikap sombong serta mengedepankan kepedulian terhadap sesama. Sikap gotong royong dinilai menjadi kunci menjaga kekhusyukan dan kelancaran ibadah di tengah jutaan umat dari berbagai negara.
“Kalau ada yang membutuhkan bantuan, bantulah. Itu akan menjadi pahala di sisi Allah SWT,” demikian pesan yang disampaikan kepada jamaah.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar turut mengusung slogan “Sesarengan Munggah Kaji 2026” sebagai simbol kebersamaan. Semangat tersebut diharapkan mampu memperkuat solidaritas antarjamaah, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan selama di Tanah Suci.
Selain fokus beribadah, jamaah juga diminta untuk mendoakan Kabupaten Karanganyar agar tetap aman, nyaman, dan penuh berkah. Momentum haji diharapkan menjadi sarana meningkatkan keimanan sekaligus membawa kebaikan bagi daerah asal.
“Ibadah haji merupakan impian umat Islam di seluruh dunia. Dengan kesempatan yang diperoleh tahun ini, para jamaah diharapkan dapat menjalankannya dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan, serta rasa syukur,” pungkas Rober.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.