KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM — Ratusan buruh di Kabupaten Karanganyar menggelar aksi damai dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Plaza Alun-Alun, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan berlangsung tertib dan kondusif, diwarnai ongmarch sepeda motor, pembentangan spanduk, serta penyampaian aspirasi secara terbuka.
Aksi yang diikuti berbagai elemen serikat pekerja ini menjadi momentum penting bagi buruh untuk menyuarakan persoalan ketenagakerjaan, mulai dari upah rendah, sistem kerja kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), hingga outsourcing.
Suasana semakin semarak ketika massa buruh menggelorakan yel-yel komitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan NKRI. Mereka juga menegaskan kesiapan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Ketua FSPKEP Karanganyar, Danang Sugiatno, menyampaikan bahwa masih terdapat pekerja yang menerima upah di bawah harapan. Ia juga menyoroti kondisi kerja yang dinilai perlu perhatian serius.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memastikan aturan ketenagakerjaan berjalan optimal dan kesejahteraan buruh semakin meningkat,” ujarnya.
Selain itu, perwakilan serikat pekerja mengungkapkan bahwa seluruh aspirasi telah disampaikan langsung kepada Bupati Karanganyar, termasuk persoalan upah, PKWT, hingga hak cuti pekerja.
“Semua sudah kami sampaikan secara langsung, dan respons Bupati sangat terbuka tanpa berbelit-belit,” kata salah satu perwakilan buruh.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Karanganyar, Rober Christanto, yang hadir bersama jajaran Forkopimda, mengapresiasi aksi damai yang berlangsung tertib. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti aspirasi buruh.
“Kami mengajak pekerja dan pengusaha bersama-sama menjaga iklim ketenagakerjaan yang harmonis demi mendukung pembangunan daerah berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati juga disebut telah menyatakan kesiapan untuk melakukan pembenahan secara bertahap, khususnya terkait persoalan pengupahan dan sistem kerja.
Di sisi lain, Kapolres Karanganyar, Arman Sahti, menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga kondusivitas serta memfasilitasi penyelesaian persoalan ketenagakerjaan melalui dialog.
“Kami mengedepankan pendekatan musyawarah agar tercapai solusi yang saling menguntungkan antara pekerja dan pengusaha,” ungkapnya.
Serikat pekerja juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polres dan TNI yang dinilai aktif mengawal kegiatan serta memastikan situasi tetap aman. Kehadiran aparat disebut memberikan rasa nyaman bagi buruh dalam menyampaikan aspirasi.
Tak hanya orasi, kegiatan May Day 2026 di Karanganyar juga diisi dengan senam bersama serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan pekerja.
Aksi damai ini pun berakhir dengan tertib, menandai peringatan Hari Buruh yang tidak hanya menjadi ajang unjuk rasa, tetapi juga ruang dialog antara buruh, pemerintah, dan aparat demi perbaikan iklim ketenagakerjaan di Karanganyar.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.