Layanan Lost and Found KAI Daop 6 Selamatkan 214 Barang Tertinggal Senilai Rp205 Juta Selama Nataru

KAI Daop 6 Yogyakarta mengamankan 214 barang tertinggal penumpang senilai Rp205 juta selama Angkutan Nataru 2025/2026 melalui layanan Lost and Found KAI.

chat_bubble_outline 0

YOGYAKARTA,HARIANKOTA.COM  – Layanan barang tertinggal atau Lost and Found PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta kembali menunjukkan perannya dalam menjaga kenyamanan penumpang.

Selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), KAI Daop 6 berhasil mengamankan ratusan barang penumpang dengan nilai total mencapai Rp205,53 juta.

Data KAI Daop 6 mencatat, sepanjang periode Angkutan Nataru yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, petugas berhasil menemukan dan mengamankan 214 barang tertinggal, baik di area stasiun maupun di atas rangkaian kereta api.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan seluruh barang temuan langsung ditangani sesuai standar operasional prosedur dan dicatat dalam sistem Lost and Found KAI guna mempermudah proses penelusuran pemilik.

“Setiap barang tertinggal yang ditemukan petugas langsung kami data dan amankan. Jenisnya beragam, mulai dari laptop, ponsel, smartwatch, dompet, uang tunai, hingga barang pribadi lainnya. Sebagian besar sudah berhasil kami kembalikan kepada pemilik,” jelas Feni, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, layanan Lost and Found menjadi bentuk komitmen KAI dalam menghadirkan perjalanan kereta api yang aman dan nyaman. Penumpang yang kehilangan barang dapat segera melapor melalui petugas stasiun maupun Contact Center KAI 121 agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Selain itu, KAI Daop 6 juga secara rutin mengingatkan penumpang melalui pengumuman di stasiun dan kereta untuk selalu memperhatikan barang bawaan, terutama saat turun dari kereta.

“Kami mengimbau pelanggan agar memastikan tidak ada barang yang tertinggal sebelum meninggalkan kursi. Datang lebih awal ke stasiun dan tidak terburu-buru juga menjadi kunci agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” tambahnya.

Meski barang bawaan menjadi tanggung jawab pribadi penumpang, KAI menegaskan tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal melalui pengamanan dan pengembalian barang tertinggal sebagai bagian dari layanan prima transportasi publik.

“Kami ingin masyarakat semakin percaya bahwa kereta api adalah moda transportasi yang tidak hanya efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga mengedepankan keamanan serta kenyamanan pelanggan,” tutup Feni.

 

 

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya