Pelaksanaan SPPG di Karanganyar Dievaluasi, Ini Salah Satu Kendalanya

chat_bubble_outline 0

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Pelaksanaan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karanganyar masih menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama terkait administrasi dan pencairan anggaran. Hal ini menyebabkan sebagian unit SPPG belum dapat beroperasi optimal.

Ketua Satgas Percepatan MBG yang juga Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana menjelaskan, keterlambatan yang terjadi bukan disebabkan oleh pasokan bahan pangan, melainkan proses administrasi Surat Perintah Penyediaan Jasa (SPPJ) yang belum sepenuhnya tertib.

“Masalahnya bukan di pasokan, tetapi administrasi SPPJ yang harus terus diperbarui. Kalau administrasinya tertinggal, pencairan anggaran otomatis terhambat,” ujarnya, Senin (30/12).

Ia menegaskan, sesuai aturan keuangan negara, pencairan anggaran hanya dapat dilakukan setelah proposal dan pertanggungjawaban administrasi lengkap. Jika tidak segera diproses, anggaran berisiko kembali masuk ke kas negara.

Saat ini, dari sekitar 116 SPPG yang telah terdata di Karanganyar, baru sekitar 60 unit yang beroperasi. Padahal, pemerintah daerah menargetkan seluruh wilayah dapat terjangkau layanan pemenuhan gizi.

“Idealnya seluruh wilayah Karanganyar terlayani agar potensi penerima manfaat bisa terserap maksimal, sesuai arahan Bupati,” katanya.

Terkait jangkauan layanan, kapasitas setiap dapur SPPG berbeda-beda. Satu dapur dapat melayani mulai dari 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat, tergantung kemampuan operasional. Dengan pengelolaan optimal, satu SPPG bahkan berpotensi menjangkau puluhan ribu penerima.

Evaluasi menyeluruh terus dilakukan, termasuk terhadap insiden yang sempat terjadi sebelumnya (keracunan). Pemerintah menargetkan pelaksanaan SPPG ke depan berjalan lebih tertib dan aman.

“Evaluasi ini agar ke depan tidak terulang kejadian serupa dan bisa menuju zero incident,” ujarnya.

Sementara itu, terkait libur sekolah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tetap perlu disalurkan. Menurutnya, distribusi gizi sebaiknya tetap berjalan meski peserta didik libur.

“Sebaiknya tetap diberikan, karena di dalamnya ada susu, roti, dan sumber protein,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya