Rinto Subekti: Perempuan Adalah Tiang Negara, Penguatan Empat Pilar Dimulai dari Keluarga

Rinto Subekti menyoroti bahwa semangat Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Empat Pilar Kebangsaan harus dipahami secara mendalam, bukan hanya sebatas teori

chat_bubble_outline 0
Rinto Subekti gelar Empat Pilar di Wonogiri

WONOGIRI, HARIANKOTA.COM – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Demokrat, Rinto Subekti, menegaskan peran krusial perempuan dalam menjaga keutuhan bangsa.

Hal ini disampaikannya dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Senin (15/12/2025).

Dalam kegiatan yang mengusung tema Perempuan sebagai Tiang Negara: Penguatan Empat Pilar Kebangsaan Dimulai dari Keluarga ini dihadiri oleh ratusan peserta, mayoritas terdiri dari kaum perempuan, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi kewanitaan setempat.

Dalam paparannya, Rinto Subekti menyoroti bahwa semangat Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Empat Pilar Kebangsaan harus dipahami secara mendalam, bukan hanya sebatas teori.

“Keluarga adalah benteng pertama dan utama pertahanan bangsa. Dan siapa yang berada di garda terdepan dalam keluarga? Tentu saja ibu, kaum perempuan,” ujar Rinto Subekti.

Menurut Rinto, penguatan nilai-nilai kebangsaan, mulai dari toleransi, gotong royong, musyawarah, hingga kecintaan pada Tanah Air, harus ditanamkan sejak dini. Peran ibu sangat strategis sebagai pendidik pertama bagi anak-anaknya.

Politisi Partai Demokrat tersebut juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, termasuk derasnya arus informasi yang dapat mengikis nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, konsolidasi pemahaman Empat Pilar di tingkat akar rumput menjadi agenda yang tak bisa ditawar.

“Empat Pilar ini adalah kompas kita. Apapun badai yang datang, selama kita berpegang teguh pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, kita tidak akan tersesat,” tegasnya.

Acara sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta antusias menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait isu-isu kebangsaan dan peran perempuan dalam pembangunan daerah. Bapak Rinto Subekti berharap, ilmu dan pemahaman yang didapat dalam kegiatan ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan keluarga. (aya).

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya