Bupati Karanganyar Dorong Koperasi Desa Masuk Rantai Pasok MBG untuk Perkuat Ekonomi Lokal

Bupati Karanganyar mendorong koperasi desa memanfaatkan peluang rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis untuk memperkuat ekonomi lokal melalui suplai pangan harian desa

chat_bubble_outline 0
Bupati Karanganyar Rober Christanto (Foto: HARIANKOTA)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan pemerintah pusat membuka peluang ekonomi besar bagi koperasi desa.

Menurutnya, koperasi dapat berperan sebagai pemasok bahan pangan harian yang dibutuhkan program tersebut, sehingga perputaran uang tetap berada di wilayah setempat.

Dalam pembinaan kepada pengurus Koperasi Merah Putih, Bupati Rober menegaskan bahwa koperasi sekarang tidak boleh stagnan sebagai lembaga simpan pinjam.

Ia menilai koperasi harus mengambil peran dalam sektor produktif, terutama terkait pengadaan pangan untuk pelaksanaan MBG.

“MBG butuh suplai rutin setiap hari—beras, sayur, buah, lauk, hingga kebutuhan penunjang. Ini peluang besar yang bisa diambil koperasi,” ujarnya.

Rober menjelaskan bahwa karakter belanja program MBG mirip dengan model bisnis yang volume transaksinya terjadi berulang setiap hari. Pola ini, katanya, ideal untuk memperkuat arus kas koperasi desa karena kebutuhan pasokan terus berjalan tanpa jeda.

Kebutuhan pangan MBG di satu wilayah bisa mencapai puluhan juta rupiah per hari. Jika koperasi mampu menjadi pemasok, maka pendapatan koperasi lebih stabil, sementara petani dan pelaku UMKM lokal juga ikut terdorong.

“Model transaksi harian seperti ini yang harus diterapkan koperasi. Stabil, terukur, dan manfaatnya langsung kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Karanganyar disebut memiliki keunggulan komoditas pangan—mulai dari beras, sayur pegunungan, hortikultura, hingga buah-buahan seperti pisang dan jeruk.

Selama ini, banyak komoditas tersebut justru didatangkan dari luar daerah. Koperasi, lanjut Rober, bisa mengubah pola tersebut dengan membangun rantai pasok lokal untuk memenuhi permintaan MBG.

Ia menilai koperasi desa dapat menggandeng kelompok tani, peternak, hingga UMKM makanan untuk memastikan kontinuitas suplai sehingga kualitas dan harga tetap terjaga.

“Kalau koperasi mengambil alih rantai pasok, maka petani untung, koperasi berkembang, dan sekolah mendapatkan suplai yang lebih dekat serta lebih segar,” kata Rober.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah sudah menyiapkan dukungan permodalan serta koordinasi lintas dinas untuk memperkuat kesiapan koperasi desa.

Ia meminta pengurus Koperasi Merah Putih proaktif berkoordinasi dengan lurah dan camat agar peluang MBG dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Jangan khawatir soal modal. Yang dibutuhkan sekarang adalah inovasi dan kemauan. Koperasi harus berani mengambil peluang,” tegasnya.

Rober berharap Koperasi Merah Putih dan koperasi desa lainnya mampu meniru pola kerja MBG yang cepat, efisien, dan berbasis kebutuhan harian. Ia optimistis bila koperasi bergerak konsisten, dampaknya akan sangat signifikan terhadap aktivitas ekonomi di desa.

“Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Kalau rantai pasok MBG bisa dikelola dari desa, maka ekonomi Karanganyar akan naik dari bawah,” pungkasnya.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya