Pemkab Karanganyar Ajukan 3.040 Tenaga Non-ASN Jadi PPPK, Guru Diprioritaskan

Sebanyak 3.040 tenaga non-ASN di Karanganyar diajukan jadi PPPK. Mayoritas dari sektor pendidikan. Sementara itu, 165 PNS juga menerima SK kenaikan pangkat

chat_bubble_outline 0
3.040 non-ASN Karanganyar diusulkan jadi PPPK, guru tetap prioritas (Foto: HARIANKOTA)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Ribuan tenaga non-ASN di Kabupaten Karanganyar akhirnya mendapat angin segar.

Sebanyak 3.040 pegawai honorer resmi diusulkan untuk memperoleh Nomor Induk Pegawai (NIP) PPPK.

Kini, usulan tersebut tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karanganyar, Farida Nur Aini, menegaskan bahwa seluruh berkas telah sesuai aturan.

Mereka yang diajukan adalah tenaga non-ASN dengan masa kerja minimal dua tahun.

“Seluruh data sudah diverifikasi dan posisinya saat ini berada di BKN. Tinggal menunggu keputusan dari Kemenpan RB. Dari total 3.040 usulan, baru sekitar 11,29 persen yang sudah mendapat persetujuan,” jelas Farida, Rabu (1/10/2025).

Farida menyebut mayoritas usulan berasal dari sektor pendidikan, disusul tenaga kesehatan dan teknis. Menurutnya, tenaga pendidik tetap menjadi prioritas karena jumlah guru di Karanganyar masih belum mencukupi kebutuhan sekolah.

“Guru memang yang paling banyak dibutuhkan. Selain itu ada tenaga kesehatan dan teknis. Kalau latar belakang pendidikan sesuai dan sudah bekerja di sektor pendidikan, bisa diangkat sebagai tenaga pendidik,” imbuhnya.

Meski begitu, ia menegaskan pegawai harian lepas yang belum mencapai masa kerja dua tahun belum bisa diakomodasi. “Yang kurang dari dua tahun belum bisa masuk, data mereka masih di OPD masing-masing,” katanya.

Di momen yang sama, Pemkab Karanganyar juga menyerahkan SK kenaikan pangkat untuk 165 PNS. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

“Selamat untuk seluruh pegawai yang naik pangkat. Ini bukan hanya penghargaan, tapi juga amanah yang harus dijaga. Saya berharap ini bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja,” kata Rober dalam sambutannya.

Selain kenaikan pangkat, bupati menyebut ada pula proses mutasi ASN, termasuk pegawai yang berasal dari luar daerah, seperti Sragen, hingga dari luar Jawa, yakni Ketapang, Kalimantan Barat.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya