KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM –Pemerintah Kabupaten Karanganyar menargetkan investasi sebesar Rp5,2 triliun pada 2024. Capaian ini dinilai realistis dengan mulai masuknya investor asing di sektor manufaktur ekspor dan meningkatnya peran UMKM lokal.
Kepala DPMPTSP Karanganyar, Heru Joko Sulistyono, mengungkapkan bahwa Karanganyar kini dilirik sebagai lokasi strategis investasi padat karya. Salah satu contohnya, pabrik tas ekspor di Tasikmadu yang memproduksi untuk merek global seperti Hermes dan Coach telah menyerap 1.000 tenaga kerja, dan akan ekspansi ke Kaliwulu dengan tambahan 2.000 pekerja.
Heru juga menyoroti geliat UMKM yang mampu menyumbang hingga 40% dari total investasi, terutama di sektor perdagangan, makanan olahan, dan kriya. Momen seperti Soloraya Great Sale turut mendorong peningkatan omzet UMKM lokal.
Hingga pertengahan 2024, realisasi investasi telah mencapai Rp1,8 triliun, didominasi sektor menengah dan besar, sementara pelaku mikro masih dalam proses validasi data.
Sektor unggulan Karanganyar mencakup tekstil, farmasi, makanan olahan, dan peternakan. Sejumlah perusahaan besar, termasuk Grup Jarum, juga tengah menjajaki pengembangan bisnis di wilayah ini.
Faktor pendukung seperti stabilitas sosial, ketersediaan SDM terampil, dan kemudahan perizinan turut menjadikan Karanganyar sebagai daerah yang kompetitif dalam menarik investasi.
“Pemkab siap memfasilitasi kebutuhan investor, dari percepatan perizinan hingga pelatihan tenaga kerja,” tegas Heru.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah, swasta, dan UMKM, Karanganyar diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan investasi baru di Jawa Tengah.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.