KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Aktivitas panen padi di Dusun Geneng, Desa Jatisawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, mendadak terhenti setelah delapan petani tersengat tawon, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Para korban kini dalam kondisi stabil usai mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa bermula ketika para petani tengah memanen padi di salah satu petak sawah yang memasuki masa panen. Cuaca pagi itu cerah dan kegiatan berlangsung normal. Namun secara tiba-tiba, kawanan tawon muncul dari arah pematang dan pepohonan di sekitar lahan pertanian.
Diduga, keberadaan sarang tawon yang tidak jauh dari lokasi sawah terusik oleh aktivitas panen. Serangan mendadak tersebut membuat suasana di area persawahan berubah panik. Sejumlah petani berupaya menyelamatkan diri sambil menutup bagian tubuh yang tersengat, sementara warga lain membantu proses evakuasi.
Setelah kondisi dinilai lebih aman, seluruh korban dievakuasi ke luar area sawah dan dibawa ke Puskesmas Jatiyoso untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan reaksi lanjutan akibat sengatan.
Delapan petani yang menjadi korban masing-masing Kiyem (70), Timan (61), Kijem (63), Larni (65), Wagimin (52), Larni (67), Samikem (67), dan Adun (46). Mereka mengalami sengatan di beberapa bagian tubuh serta mengeluhkan nyeri dan pusing ringan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, memastikan kondisi seluruh korban stabil.
“Setelah menjalani observasi di Puskesmas Jatiyoso, tidak ada korban yang perlu dirujuk ke rumah sakit. Namun kami tetap mengimbau agar dilakukan pemantauan mandiri di rumah, terutama jika muncul gejala seperti sesak napas atau reaksi alergi,” ujarnya.
Selain memastikan penanganan korban, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karanganyar juga melakukan pengecekan di lokasi untuk mengidentifikasi posisi sarang tawon dan meminimalkan risiko serangan susulan.
BPBD mengingatkan masyarakat, khususnya petani yang tengah memasuki musim panen, agar lebih waspada saat beraktivitas di lahan terbuka. Jika menemukan sarang tawon atau tanda-tanda keberadaan serangga agresif, warga diminta tidak menanganinya sendiri dan segera melapor kepada perangkat desa atau petugas terkait.
Hingga Rabu siang, seluruh korban telah kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi membaik. Aktivitas panen di lokasi tersebut dilaporkan kembali berjalan setelah situasi dinyatakan aman.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.