Suasana Haru Pelepasan 120 Jemaah Haji Karanganyar, Doa Mengalir dari Gedung Dakwah Muhammadiyah

Jemaah haji Muhammadiyah dibekali doa, penguatan spiritual, dan living cost sebelum berangkat ke Tanah Suci.

chat_bubble_outline 0
Pelepasan 120 calon jemaah haji Muhammadiyah Karanganyar

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM — Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar saat ratusan keluarga melepas keberangkatan 120 calon jemaah haji.

Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal perjalanan spiritual panjang menuju Tanah Suci.

Kegiatan mangayubagyo yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar itu dihadiri langsung Bupati Karanganyar, Rober Christanto, jajaran pengurus Muhammadiyah, serta para tokoh agama. Selain pelepasan, acara juga diisi pengajian untuk memperkuat kesiapan mental dan spiritual para jemaah.

Direktur Utama PKU Muhammadiyah Karanganyar, Aswin Wikantama, menyebut kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk mendoakan sekaligus menguatkan para jemaah sebelum berangkat. Tak hanya itu, setiap jemaah juga mendapat tambahan bekal berupa 50 riyal sebagai living cost.

“Ini bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar para jemaah lebih siap, baik secara batin maupun kebutuhan dasar selama di Tanah Suci,” ujarnya.

Penguatan spiritual turut disampaikan dalam tausiyah oleh Fahmi Salim yang menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin dalam menjalankan ibadah haji. Ia mengingatkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati.

Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arif Bhabheir, menambahkan bahwa kesiapan batin menjadi fondasi utama dalam berhaji. Menurutnya, sikap ikhlas, khusyuk, dan kesungguhan akan sangat menentukan kualitas ibadah.

“Manfaatkan momentum, terutama saat wukuf di Arafah, sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak doa,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Karanganyar, Sofian, mengungkapkan total jemaah haji asal Karanganyar tahun ini mencapai 590 orang yang terbagi dalam beberapa kloter, termasuk kloter 58, 59, dan 60 yang juga diikuti jemaah Muhammadiyah.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan haji merupakan hasil penantian panjang, bahkan hingga lebih dari satu dekade. Karena itu, para jemaah diminta meluruskan niat serta menjaga kondisi fisik.

“Jaga kesehatan, atur istirahat, dan tetap membawa nama baik daerah selama di Tanah Suci,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Rober Christanto menekankan bahwa ibadah haji adalah panggilan hati yang harus dijalani dengan keikhlasan. Ia juga memastikan pemerintah daerah akan memberi perhatian kepada keluarga jemaah selama ditinggal berhaji.

“Kami mendoakan seluruh jemaah diberi kelancaran, kesehatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ungkapnya.

Bupati juga menitipkan pesan khusus agar para jemaah turut mendoakan Kabupaten Karanganyar agar semakin aman, tenteram, dan sejahtera.

Kegiatan ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam mengantarkan para tamu Allah menuju perjalanan suci, dengan bekal doa, kebersamaan, dan harapan besar untuk kembali dalam keadaan selamat.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya