“Kami ingin menghadirkan suasana malam yang berbeda di Solo. Sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM dan komunitas seni untuk lebih dikenal masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surakarta sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menikmati malam sambil memperkuat ekonomi lokal.
“Tujuan utama kami bukan sekadar menghadirkan hiburan, tapi juga mempertemukan warga dengan budaya dan potensi ekonomi di sekitarnya,” tambah Yayok.
Solo di Waktu Malam dijadwalkan berlangsung setiap Sabtu malam pukul 18.00–23.00 WIB di Koridor Ketandan Pasar Gede. Karena masih baru, kegiatan ini terbuka bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi, baik pelaku UMKM kuliner maupun komunitas seni pertunjukan.

Bagi yang ingin ikut serta atau mendapatkan informasi lebih lanjut, penyelenggara menyediakan kanal resmi melalui akun Instagram @solodiwaktumalam.
“Harapan kami, Solo di Waktu Malam menjadi kegiatan rutin yang menghidupkan kota, mempererat masyarakat, dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Solo,” tutup Yayok Aryoseno.***
Pengirim Artikel: Tealova/Mahasiswa


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.