Solo di Waktu Malam, Wajah Baru Wisata Malam dan Kuliner di Koridor Ketandan Pasar Gede

Solo di Waktu Malam ubah Koridor Ketandan Pasar Gede jadi destinasi wisata malam penuh kuliner, seni, dan budaya lokal setiap Sabtu malam di Kota Solo

chat_bubble_outline 0
Hiburan Barongsai warnai malam di Koridor Ketandan Pasar Gede Solo

SOLO, HARIANKOTA.COM – Kota Solo kembali menunjukkan pesonanya lewat kegiatan Solo di Waktu Malam, sebuah program yang mengubah Koridor Ketandan Pasar Gede menjadi destinasi baru untuk menikmati suasana malam.

Di bawah cahaya lampu kota dan bayangan bangunan bersejarah, kawasan ini menjelma menjadi pusat kuliner dan budaya yang hidup setiap Sabtu malam.

Lebih dari 60 tenant kuliner turut berpartisipasi, menghadirkan beragam menu — mulai dari jajanan tradisional hingga makanan kekinian hasil kreasi UMKM lokal. Pengunjung dapat menjelajahi rasa khas Solo dalam suasana santai dan penuh kehangatan.

Selain kuliner, pengunjung juga disuguhi pertunjukan seni budaya yang berbeda setiap minggunya. Ada tarian tradisional, musik keroncong yang menenangkan, hingga atraksi barongsai yang membangkitkan semangat malam.

Suasana di Koridor Ketandan Pasar Gede Solo

Kehadiran berbagai seni pertunjukan ini menciptakan harmoni antara rasa, suara, dan visual yang memperkuat identitas Solo sebagai kota budaya.

Penggagas kegiatan, Yayok Aryoseno, menjelaskan bahwa ide Solo di Waktu Malam lahir dari keinginan untuk menghadirkan alternatif hiburan di luar kawasan Gatot Subroto (GATSU) yang selama ini menjadi pusat aktivitas malam.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya