KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Nasib tragis menimpa seorang pelajar SMP di Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar.
Niat mengisi waktu luang dengan bermain air justru berujung maut. Seorang pelajar berinisial L ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di saluran irigasi, Rabu (17/12/2025).
Insiden itu terjadi di saluran irigasi Dusun Ngluwak, Desa Jumapolo. Saat kejadian, korban bersama tiga temannya tengah bermain di aliran air yang biasa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan pertanian.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengungkapkan keempat pelajar tersebut masih berusia sekitar 14 tahun dan berasal dari wilayah yang sama.
“Awalnya mereka bermain air. Dua anak mampu menyelamatkan diri, sementara dua lainnya terseret arus,” kata Hendro.
Dua pelajar yang sempat tenggelam diketahui bernama Latif, siswa SMP Negeri 1 Jatipuro, serta Prie Fadliansyah, pelajar SMP Negeri 2 Ngadirojo, Wonogiri. Warga yang melihat kejadian itu segera memberikan pertolongan.
Prie Fadliansyah berhasil dievakuasi lebih dulu dan langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara Latif tidak ditemukan di permukaan air dan dinyatakan hilang.
Tim gabungan BPBD Karanganyar, relawan, serta warga setempat kemudian melakukan pencarian dengan menyisir aliran irigasi. Setelah beberapa waktu, korban akhirnya ditemukan.
“Korban atas nama Latif ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” jelas Hendro.
Sementara dua pelajar lainnya, yakni Yosa dan Fandi, dipastikan selamat dan tidak mengalami luka serius. Keduanya telah dipulangkan ke rumah masing-masing.
Atas kejadian tersebut, BPBD Karanganyar mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di lokasi yang berisiko.
“Saluran irigasi terlihat dangkal, tapi arusnya berbahaya. Kami minta orang tua lebih waspada,” pungkas Hendro. ***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.